Pariwara
Politik

Satu Bacaleg Konsel Terancam Dicoret

KENDARIPOS.CO.ID — Masa tanggapan masyarakat terhadap daftar calon sementara (DCS) telah berakhir. Selama diumumkan, cukup banyak laporan yang diterima Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Konawe Selatan (Konsel). Sesuai tahapan, penyelenggara memberi kesempatan pada partai politik (Parpol) maupun bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) melakukan klarifikasi.

Dari laporan yang masuk, beberapa Bacaleg terancam gagal mengikuti hajatan pesta demokrasi lima tahunan. Mereka ditenggarai belum mengajukan pengunduran diri, terindikasi napi kasus khusus seperti bandar narkoba, pelecahan seksual dibawa umur dan korupsi. Namun dari sejumlah laporan, baru satu Bacaleg yang kemungkian bakal dicoret.

Ketua KPU Konsel, Aliudin mengungkapkan setelah membuka ruang tanggapan masyarakat terhadap pengumuman DCS, salah satu Bacaleg dari Perindo atas nama Mawardi diduga bermasalah. Dari hasil penelurusan, yang bersangkutan tercatat masih pengurus Bumdes. Namun pihaknya tetap memberi ruang klarifikasi.

“Usai menerima tanggapan itu, kami langsung menindaklanjuti. Sekarang ini, masih tahap klarifikasi dari KPU ke Parpol. Sesuai tahapan, masa klarifikasinya hingga tanggal 30 Agustus 2018,” ujar Aliudin saat dikonfirmasi, Minggu (26/8) kemarin.

Meskipun sudah ada klarifikasi, namun yang bersangkutan (Mawardi red) kecil kemungkinan untuk memenuhi syarat (MS). Pasalnya, KPU telah mengantongi sejumlah bukti otentik.

“Kita sudah punya bukti otentik, pertama adanya laporan. Kedua, bukti terkait kepengurusan Bumdes ditandai dengan ada SK pengangkatan sebagai ketua Bumdes desa Lalembu. Mau klarifikasi atau tidak, yang jelas sudsh ada bukti, maka KPU akan ambil sikap dengan cara TMS-kan,” tegasnya.

Selain Bacaleg Perindo, pihaknya mulai mengendus beberapa Bacaleg lain. Hal itu berdasarkan tanggapan dari Bawaslu.Berdasarkan surat tanggapan Bawaslu, ada beberapa bacaleg yang terindikasi kasus khusus, seperti bandar narkoba, pelecahan seksual dibawa umur dan korupsi. “Terkait kasus dugaan riwayat pidana korupsi ini dari partai Hanura,” sebutnya.

Namun untuk kasus ini, pihaknya masih melakukan penelusuran. Pasalnya, laporan tersebut tidak dilampirkan dengan bukti dari pengadilan. “Nah kami sudah bersurat ke pengadilan Tipikor Kendari dan pengadilan negeri Andoolo dan Konawe. Dari tiga pengadilan yang didatangi, dua pengadilan sudah ada tanggapan balik, bahwa yang bersangkutan tidak teridentifikasi. Yakni pengadilan Andoolo dan Tipikor. Sementara pengadilan Unaha kami masih menunggu surat balasannya hingga saat ini,” imbuhnya.

Selain bersurat ke pengadilan dalam upaya kroscek, pihaknya sudah melayangkan surat klarifikasi kepada Partai Hanura sebagai pengusung. “Kami juga sudah klarifikasi ke partai yang bersangkutan, namun belum ada balasan juga. Saya berharap agar Parpol itu sendiri dapat mengklarifikasi surat yang telah dilayangkan. Kami juga berharap bacaleg bisa bersikap jujur. Kemudian berharap partai bisa menelorkan kader yang terbaik tanpa ada masalah,” tandasnya. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778