Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Tingkatkan PAD, ESDM Sultra Genjot PBBKB Sektor Pertambangan

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun 2018 ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu yang digenjot pihak ESDM adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) khususnya sektor pertambangan.

Plt. Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Makkawaru, mengatakan, berdasarkan realisasi produksi ore nikel tahun 2017 sebesar kurang lebih 9 juta ton ore, dengan asumsi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) 4 ltr per ton, maka potensi PBBKB dari BBM solar industri yang seharusnya diterima oleh Pemprov Sultra kurang lebih Rp 25 milyar dari sektor pertambangan.

“Tahun ini, rencana produksi ore nikel kita adalah 48 juta ton, sehingga potensi PBBKB yang dapat kita terima adalah kurang lebih Rp 130 milyar,” ujarnya, Jumat (24/8).

Ia pun mengaku optimis, sampai akhir tahun nanti bisa mencapai potensi PBBKB, meskipun sampai saat ini berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sultra, mencapai Rp 26 milyar. “Untuk itu, kita harus meningkatkan kesadaran masing-masing, baik dari penyedia maupun para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebagai pengguna solar industri, untuk taat kepada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” imbuhnya.

Lanjut dia, untuk kelancaran pemungutan PBBKB, Pemprov Sultra sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sultra Nomor 25 Tahun 2013 tentang perubahan atas Pergub Nomor 23 Tahun 2013 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Sultra Nomor 5 Tahun 2013 tentang pajak daerah khusus Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Penggunaan BBM industri terdiri dari 11 Jenis peruntukannya yakni, Pertama kendaraan dinas pemerintah, pemda, BUMN dan BUMD. Kedua adalah usaha ke Pekerjaan Umum (PU), ketiga usaha dan atau industri yang bergerak di bidang pertambangan mineral, batubara dan batuan. Keempat usaha dan atau industri yang bergerak dibidang perkebunan, kelima usaha yang bergerak dibidang kehutanan, keenam, kelautan dan kapal nelayan Indonesia dengan ukuran di atas 30 GT, ketujuh usaha penyedia ketenagalistrikkan, kedelapan, usaha pos dan telekomunikasi, kesembilan, usaha jasa perbankan, kesepuluh usaha hotel dan restoran dan yang kesebelas, usaha minyak dan gas bumi.

Selanjutnya, Andi Makkawaru mengimbau kepada seluruh pemegang IUP atau kepala teknik tambang yang ada di Sultra berkomitmen untuk tidak menggunakan BBM yang didapatkan dari antrian SPBU. “Semua pihak juga harus punya itikad, baik Wajib Pungut (Wapu) maupun Agen untuk dapat bersaing secara positif dalam memasarkan BBM jenis solar kepada konsumen tanpa mengurangi atau menghilangkan item lain yakni PBBKB, karena ada Wapu dan agen yang menjual BBM jenis solar kepada konsumen dengan hanya menghitung PBBKB 17,17 persen yang seharusnya 90 persen atau 100 persen sesuai yang terdapat dalam Pergub nomor 25 Tahun 2015,” tutupnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778