Pariwara
Muna

Maksimalkan Pinjaman, Bupati Muna Genjot Infrastruktur

Rusman Emba

KENDARIPOS.CO.ID — Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas utama Bupati Muna, LM. Rusman Emba. Porsi anggaran daerah paling banyak digunakan untuk menunjang berbagai macam proyek pembangunan jalan dan jembatan serta sejumlah infrastruktur dasar lain, seperti rumah sakit dan pasar rakyat. Total, lebih kurang Rp 139 miliar dihabiskan untuk membiayai berbagai macam paket proyek tersebut.

Infrastruktur di otorita Rusman Emba-Malik Ditu (Rumah Kita) memang masih terbilang minim. Sejumlah jalan poros kabupaten masih jauh dari kata layak, selain infrastruktur kesehatan dan sarana perekonomian yang juga belum memadai. Dari total dana tersebut, 39 miliar diantaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembenahan tujuh poros jalan kabupaten. Sedangkan Rp 100 miliar merupakan dana yang berasal dari skema kredit daerah kepada Bank BPD Sultra.

Rusman menjelaskan, Pemkab akan mengerjakan 13 paket proyek dengan dukungan dana pinjaman tersebut. Sejumlah proyek itu antara lain penataan drainase Rp 15 miliar, peningkatan jalan Matarawa-Watopute Rp 8 miliar, pembukaan jalan Ghonebalano-Laukusi Rp 13 miliar, peningkatan jalan Pokadulu- Motewe Rp 7,5 miliar, pembangunan jalan Liangkabori-Lamburaya Rp 1,5 miliar, peningkatan jalan depan pasar Laino Rp 4 miliar, peningkatan jalan dalam kota Raha Rp 7 miliar, peningkatan jalan Pola-Lambelu Rp 3 miliar, peningkatan jalan Kecamatan Napabalano Rp 5 miliar dan peningkatan jalan Kecamatan Kabangka Rp 2 miliar.

Sedangkan infrastruktur yang mendukung sarana ekonomi kerakyatan ialah pembangunan gedung baru pasar Laino yang menelan dana Rp 20 miliar. Tidak sampai disitu, Rusman juga mengalokasikan dana untuk penataan lingkungan RSUD Muna sebesar Rp 4 miliar. Terakhir, dana pinjaman juga digunakan untuk pembangunan jaringan perpipaan di Kecamatan Lohia dan Kontunaga sebesar Rp 10 miliar.

13 proyek tersebut, kata Rusman akan mulai dikerjakan pada September setelah semua persyaratan administrasi pinjaman disetujui. Diketahui, regulasi panjang harus dilalui Pemkab Muna untuk memuluskan pencairan dana pinjaman tersebut. Beberapa persyaratan utama ialah persetujuan DPRD Kabupaten Muna, Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Dalam Negeri. “Sekarang masih (menunggu persetujuan) Kemendagri,” jelasnya.

Lebih jauh, alasan Pemkab mengajukan pinjaman dana, kata mantan senator DPD RI itu ialah untuk menutupi keterbatasan dana dari APBD yang hanya berkisar Rp 1,1 triliun. Padahal, Muna saat ini masih punya pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan jika ingin mengejar pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menjabarkan jika proyek infrastruktur yang dibiayai dari pinjaman merupakan proyek pembangunan yang sifatnya urgen dan mendesak. “Seperti rumah sakit dan pasar Laino. Itu mendesak, tapi kalau menunggu kemampuan daerah, akan lama. Makanya kita pinjam dengan perhitungan produktivitas yang terukur,” urainya.

Suami Yanti Setiawati itu juga yakin jika Muna dapat meningkatkan geliat ekonomi daerah dengan dukungan infrastruktur yang baik. Ia mencontohkan, Jl. Poros Matarawa-Watopute merupakan akses utama menuju Bandar Udara Sugimanuru yang kondisinya memprihatinkan. Selain itu, terdapat pula proyek pembangunan jalan yang akan memberi konektivitas sentra ekonomi di wilayah Muna Timur dan seputar Kota Raha. Ia berharap, infrastruktur yang dibangun di eranya dapat memberi manfaat jangka panjang untuk Kabupaten Muna. “Sejauh ini kita sudah on the track (jalur yang tepat). Hanya memang perubahan tidak instan, butuh kesabaran. Tetapi pada prinsipnya kita terus bekerja,” pungkasnya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778