Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Hasil Pantauan TPID Sultra Jelang Idul Adha, Harga Komoditas Pangan Masih Stabil

Operasi Pasar: Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono (baju batik), didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Hj, Sitti Saleha (kiri) saat menggelar pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Basah Mandonga, Sabtu (18/8) lalu. Foto: Agus Setiawan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Jelang Hari Raya Idul Adha, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra menggelar pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisonal yang ada di Kendari, Sabtu (18/8) lalu. Hasil pantauan yang dilakukan TPID tersebut di Pasar Basah Mandonga dan Pasar Anduonohu, harga komoditas pangan masih stabil.

Mulai harga beras Bulog yang dijual pedagang Rp 8.950, perkilogram, dimana Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.400 perkilogram. Gula pasir hanya Rp 12.500,- perkilogram, daging ayam hanya Rp 26 ribu sampai dengan Rp 30 ribu perkilogram atau sekira Rp 50 ribu sampai Rp 70 perekornya. Harga daging sapi juga stabil hanya berkisar Rp 120 ribu perkilogram.

“Hasil pantaun kami Sabtu (18/8), harga beberapa komoditas pangan masih stabil, dan Insyah Allah sampai hari H Idul Adha harga tidak mengalami kenaikan secara signifikan,” ungkap Wakil Ketua TPID Sultra, Minot Purwahono.

Lanjutnya, TPID Sultra berusaha untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih dalam koridor atau masih dalam jangkauan masyarakat, serta memastikan stok kebutuhan masih tersedia. “Sejak 3 hari yang lalu (15/8), kami melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Sultra sudah melaksanakan operasi pasar, guna meminimalisir kenaikan harga beras, yang perlu diketahui beras merupakan penyumbang angka inflasi tertinggi,” tambah Minot.

Di tempat yang sama, Kepala Bulog Divre Sultra melalui Kepala Bidang (Kabid) Komersil, Abdul Kadir, mengatakan bahwa pihaknya menjamin harga dan stok pangan di Sultra aman sampai dengan Idul Adha.

“Saya jamin bahkan sampai 9 bulan ke depan. Harga yang kami tawarkan sangat terjangkau. Misanya, harga gula pasir kami banderol hanya Rp 12 ribu perkilogram, sementara HETnya Rp 12.500, begitu juga dengan beras medium, kami banderol Rp 8.950 per kilogram, yang HET nya Rp 9.450, selisih Rp 500,” bebernya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan operasi pasar yang dilaksanakan oleh Bulog. Sebab, selain kualitas kebutuhan yang baik, juga karena harganya yang terjangkau. “Silakan kunjungi gerai kami pada setiap pasar tradisional yang ada di Kota Kendari, juga di kawasan pemukiman padat penduduk yang dalam waktu dekat ini kami akan laksanakan operasi pasar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Sultra, Hj.Sitti Saleha mengatakan, berkat kerja sama yang baik dan gerak cepat dari TPID Sultra, mampu mengendalikan dan megamankan harga kebutuhan pokok di pasaran, utamanya harga beras dan daging sapi.

Ia juga berharap para pedagang tidak memanfaatkan situasi menjelang Idul Adha. Karena sudah diketahui bersama ketersedian stok pangan saat ini masih melimpah. “Saya harap pedagang tidak menaikkan harga kebutuhan pokok secara sepihak, karena perbuatan itu melanggar Undang-undang konsumen dan bisa dipidanakan,” pungkasnya. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778