Pariwara
Nasional

Terkait Kasus Suap Proyek Pembangunan PLTU, Idrus Akui Berteman dengan Dua Tersangka

AKUI: Idrus Marham menghadiri panggilan KPK, kemarin. Dia diperiksa selama 11 jam terkait kasus suap proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1. Foto: JPNN

KENDARIPOS.CO.ID — Mantan Sekjen Partai Golkar yang kini Mensos Idrus Marham dan Presdir PT PJB Investasi Gunawan Hariyanto memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (19/7). Keduanya dipanggil untuk menjadi saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan Idrus bertujuan untuk memperoleh keterangan pertemuannya dengan Eni. Ada beberapa pertemuan yang dihadiri oleh Idrus. ”Pemeriksaan terkait pertemuan yang dihadiri maupun yang diketahui. Tentang kapan dan apa yang dibicarakan,” ujarnya Kamis (19/7).

Dia juga mengatakan bahwa pemeriksaan akan melihat bagaimana aliran dana terjadi. Sebab, menurut Febri, pihaknya sudah menemukan indikasi aliran tersebut terjadi sejak Desember lalu. ”Sejak Desember hingga OTT (operasi tangkap tangan, Red) sudah ada dana mengalir sebesar Rp 4,9 miliar,” tuturnya.

Idrus mulai masuk di Gedung KPK sejak pukul 10.30. Dia baru keluar gedung KPK pada 20.30. Dia mengenakan baju putih. Ketika ditanya soal waktu pemeriksaan yang lama, Febri menjawab jika tim penyidik membutuhkan keterangan detail terkait kronologi tersebut. Idrus sempat memberikan keterangan kepada awak media di lobby Gedung KPK. Dia mengatakan jika kedatangannya untuk memberikan keterangan untuk Eni dan Johannes. ”Bagaimana pun Eni ditangkap di rumah saya. Saya hargai langkah KPK,” ungkapnya.

Idrus juga sempat mengungkapkan kedekatannya dengan kedua tersangka. Kata dia, dua tersangka itu lama menjadi temannya. ”Saya panggil Eni, dinda. Saya panggil Johanes, abang,” bebernya. Namun dia enggan menjelaskan dari mana dan sejak kapan kenal kedua tersangka itu. Sementara itu terkait pemeriksaan Gunawan, Febri mengatakan jika KPK meminta keterangan terkait konsorsium perusahaan yang membangun PLTU Mulut Tambang Riau 1. ”Ada dokumen yang sudah kami dapatkan. Gunawan diperiksa terkait posisinya sebagai swasta,” ungkapnya.

Sementara itu Gunawan menolak berkomentar ketika dia ditanya mengenai pemanggilannya. ”Tanya penyidik saja,” tuturnya sembari berjalan ke mobil CRV warna abu-abu. (lyn/agm)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778