Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Rupiah Mulai Menguat

Uang Rupiah. Foto: JPNN

KENDAWRIPOS.CO.ID — Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok saat ini, tampaknya tidak memberi penguruh bagi perekonomian di Indonesia. Buktinya sampai saat ini, nilai rupiah berangsur-angsur menguat terhadap dolar AS. Hal ini diungkapkan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra Minot Purwahono saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/7).

“Pergerakan rupiah saat ini relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya saat BI menaikan suku bunga acuan pada Juni lalu,” ungkapnya.

Minot menjelaskan pergerakan rupiah atau kurs sangat dinamis, misalnya tergantung pada permintaan dan penawaran yang ada di pasar keuangan. “Seperti banyaknya transaksi permintaan dan penawaran dolar, hal ini sangat mempengaruhi tingkat dimana rupiah diperdagangkan,” jelasnya.

Termasuk tingginya depresiasi yang terjadi pada bulan Juni sebagai akibat kebijakan bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan yang menyebabkan nilai rupiah tertekan oleh dolar AS yang saai itu menembus angka Rp14.409,- per dolar, “Hal inilah yang mendorong BI mengambil kebijakan untuk menaikan BI 7- Day Repo Rate sebesar 50 bsp,” tambahnya.

Lanjut Minot, pergerakan nilai tukar yang terjadi saat ini tidak terkait dengan fundamental ekonomi seperti krisis pada tahun 1998. “Fundamental ekonomi kita saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya, melihat pertumbuhan ekonomi kita masih diatas 5 persen secara nasional,” tambahnya.

Pihak BI terus berupaya menjaga pergerakan rupiah agar tetap stabil dan tidak terdepresiasi. “Harapan kami nilai rupiah tidak terdepresiasi lagi, tapi semua itu tergantung keadaanya dipasar keuangan termasuk kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat,” harap Minot.

Sementara itu, Pakar Ekonomi UHO Prof. Dr. Nurwati mengapresiasi apa yang dilakukan pihak BI terkait peran BI menjaga pergerakan rupiah agar tetap stabil. “BI sebagai bank sentral bertugas sebagai otoritas moneter dan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, dimana nilai tukar rupiah yg bisa dijaga seperti inflasi dan kurs dan juga perlu menjaga harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya,” terangnya.

Nurwati kemudian menyarankan, BI dalam menjaga pergerakan dan kestabilan nilai tukar rupiah juga dilakukan dengan penggunaan valuta asing dalam hal ini ekspor dan impor agar permodalan asing masuk ke Indonesia. “Semakin investor yang masuk ke Indonesia maka semakin banyak pula dana asing yang masuk ke Indonesia, sehingga bisa membuat nilai tukar rupiah semakin baik,” pungkas Mantan Sekretaris Prodi Manajemen Pascasarjana UHO ini. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743