Pariwara
HEADLINE NEWS

Selisih Suara Melebihi Ambang Batas, Pengamat: Mari Bersatu, Tak Perlu Ada Gugatan

Selisih Perolehan Suara Paslon Pilkada Serentak di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Pilkada serentak di Sulawesi Tenggara (Sultra) selesai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga sudah mengumumkan pasangan calon peraih suara terbanyak. Untuk Pilgub Sultra, pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas meraih suara 43,68 persen, unggul jauh dari peraih suara terbanyak kedua, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar yang memperoleh 31,58 persen suara. Kalau dihitung, selisihnya mencapai 12 persen, melebihi ambang batas yang disyaratkan agar gugatan bisa diterima Mahkamah Konstitusi (MK).

Situasi serupa juga terjadi di Pilkada Kolaka dan Konawe. Di dua daerah ini, selisih suaranya juga sangat jauh. Misalnya di Pilkada Konawe, pasangan Kery Saiful Konggoasa-Guslin Topan Sabara (KSK-GTS) berhasil mendapat 49, 43 persen, unggul telak dari peraih suara terbanyak kedua Irawan Laliasa- Adi Jaya Putra yang mengumpulkan 27,67 persen. Selisih suaranya mencapai 21 persen.

Di Pilkada Kolaka juga begitu. Pasangan Ahmad Safei-Muh Jayadin meraih 62,84 persen suara sebagai hasil pleno KPU Kolaka. Sedangkan pesaingnya, Asmani Arif-Syahrul Beddu hanya mengumpulkan 37,16 persen suara. Kalau dihitung, selisihnya mencapai 25 persen lebih.

Pilwali Baubau, meski perbedaannya sangat tipis, yakni hanya 4 persen lebih, namun tetap saja tidak mencapai ambang batas untuk bisa diterima menggugat di MK (maksimal 2%). Seperti diketahui, pasangan AS Tamrin-Ahmad Monianse meraih suara terbanyak di Pilwali Baubau, yakni 31,11 persen. Sedangkan paslon peraih suara terbanyak kedua adalah Yusran Fahim – Ahmad dengan 26,34 persen.

Melihat kondisi ini, Pengamat Politik Sultra, Dr Bahtiar menilai, peluang gugatan untuk diajukan di MK sangat tipis. Kalaupun ada yang mau mengajukan, sulit untuk diterima. “Selisih suara terlalu jauh, sehingga percuma saja menggugat,” ujar Bahtiar, senin (9/7).

Mantan Dekan Fisip UHO ini menjelaskan, kalau merujuk pada aturan, maka sudah tidak ada ruang gugatan. Sebab, selisih perolehan suara melampaui 1,5 persen, yang menjadi ambang batas diterimanya gugatan di MK.
“Kalaupun masukan gugatan, pasti akan ditolak,” jelasnya.

Bukan hanya soal hasil pilkada, proses pemilihan juga tidak ditemukan alasan mendasar untuk digugat. Kendati ada pemungutan suara ulang (PSU), namun sudah dijalankan sesuai aturan berlaku. “Pilgub ini sudah selesai. Seyogyanya semua harus ikhlas menerima, daripada membuang energi untuk menggungat. Karena hasilnya juga sudah dipastikan ditolak. Jadi, lebih keren kalau mengakui kemenangan lawan. Itu lebih gentlemen,” ungkapnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778