Pariwara
Hukum & Kriminal

Polisi Selidiki Penyebab IRT di Muna Gantung Diri

TEWAS : Korban HS terbujur kaku (ditutup sarung) setelah gantung diri disebuah pondok milik warga Desa Kontumere Kecamatan Kabawo, Muna, kemarin. Polisi masih menyelidiki motif korban memungkasi nyawanya sendiri. Foto: Alfin Ipo/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Jumat pagi (29/6), NN (7) kali terakhir berjumpa dengan ibunya, HS (33). Sang ibu memilih memungkasi nyawa sendiri dengan gantung diri. Pagi buta, NN dikejutkan dengan kabar dari warga sekitar yang hebih menemukan jasad HS di sebuah pondok kebun milik warga di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo, Muna.

Kasat Reskrim Polres Muna, Iptu Fitrayadi membenarkan jika telah terjadi penemuan mayat dengan kondisi gantung diri. Tubuh HS ditemukan tergantung di gelagar bangunan pondok dengan kaki menyentuh tanah. Tidak ada tanda kekerasan. Hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Kabawo. “Hanya ada lecet di bagian leher, diduga akibat lilitan sarung,” ujar Iptu Fitrayadi, Jumat (29/6).

Meski begitu, polisi masih akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif korban gantung diri. Polisi juga sudah meminta keterangan suami korban bernama Jabaruddin. “Korban pertama kali ditemukan oleh saksi Wa Paru, lalu disampaikan ke masyarakat dan Polsek Kabawo. Setelah olah TKP, tidak ada tanda kekerasan. Suami dan Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi,” ungkap Iptu Fitrayadi.

Iptu Fitrayadi melanjutkan, dari penuturan sang suami, Jabaruddin disebutkan jika korban sekira pukul 05.00 wita sudah beranjak dari tempat tidur. Jabaruddin terjaga sejam setelah sang istri bangun. Ia kemudian mencari korban yang tidak berada di rumah. Jabaruddin menduga isterinya menuju kebun miliknya. Ia pun pergi menyusul. Hanya saja dugaannya salah, sang isteri tidak ditemukan.

Saat berjalan pulang, Jabarudin berpapasan dengan warga dan diberitahu bahwa sang isteri, HS ditemukan gantung diri di pondok kebun warga. “Suami lalu mendatangi TKP bersama sejumlah warga. Benar, isterinya ditemukan sudah tidak bernyawa,” papar Iptu Fitrayadi.

Dari kesaksian sang suami, Jabaruddin mengungkapkan, enam bulan terakhir korban didiagnosa menderita penyakit komplikasi yakni sakit lambung dan maag akut. Korban sering mengeluh ketakutan. (ode/yaf/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778