Pariwara
HEADLINE NEWS

Pj Gubernur Sultra : Sucikan Hati, Ramadan Momentum Perkokoh Persatuan

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi

KENDARIPOS.CO.ID — Ramadan, bulan penuh berkah. Bagi umat muslim, momentum ini bukan hanya sekadar menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus, tapi juga sebagai sarana untuk mensucikan hati. Sebab, di bulan ini, orang yang berpuasa harus menghilangkan segala penyakit hati (iri, dengki, dendam dan semacamnya). Sifat seperti itulah yang diharapkan Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi dimiliki seluruh masyarakat, tidak hanya umat muslim tapi seluruh agama. Kata dia, hati yang suci akan memudahkan interaksi antar manusia dan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Hati yang suci juga akan melapangkan setiap rutinitas yang dihadapi manusia. “Sesuai dengan keputusan menteri agama, kita puasa pertama itu 17 Mei. Ini momentum mensucikan hati. Allah menjaminkan mereka yang hatinya suci selama bulan ramadan ibadahnya akan diterima,” kata Teguh, Rabu (16/5/2018).

Kepala BPSDM Kemendagri ini juga meminta warga Sultra untuk sama-sama mendoakan saudara-saudara di tanah air yang diguncang karena adanya teror bom. “Bulan puasa merupakan pintu dikabulkannya doa, mari berdoa bersama untuk bangsa ini, agar pelaku bom segera tertangkap,” harapnya. Lebih jauh Teguh menjelaskan, kalau hati sudah suci, maka kedamaian akan menyelimuti seluruh wilayah ini. Karena bagaimanapun, konflik terjadi akibat penyakit hati atau hatinya tidak bersih. “Kesucian hati akan menghindarkan dari perbuatan buruk. Kalau kita hidup damai, maka bangsa ini akan semakin kuat,” terangnya.

Bukan hanya itu, Ramadan juga menjadi momentum untuk meningkatkan persatuan. Setelah teror yang dialami beberapa daerah, semua harus bersatu supaya bisa menangkal segala paham radikalisme. “Tidak peduli apa agamanya, sukunya dan lainnya. Kita harus bersatu melawan terorisme,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, Abdul Kadir menuturkan hal senada. Selain mensucikan hati di bulan penuh berkah ini, dia juga meminta agar semua umat menghargai keragaman yang ada. Umat muslim akan banyak disibukkan dengan ibadah dalam 30 hari ke depan. Makanya untuk menjaga kedamaian, semua umat agar mengedepankan toleransinya.

“Semuanya perlu menghormati saudara kita yang lain. Tentu kita sudah saling mengetahui apa-apa saja bentuk kegiatan setiap agama, kapan waktunya itu sudah ada jadwalnya dalam kalender,” jelasnya. Ia mengimbau agar setiap agama jangan membuat amalan dadakan. Misalnya, acara-acara tandingan yang memicu intoleran satu sama lain. “Kepatuhan kita terhadap regulasi yang sudah dibuat bangsa ini perlu kita hargai. Perbedaan itu akan indah kalau kita saling menghargai,” imbuhnya. (b/ely)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743