Pariwara
Bau-bau

Cegah Kesan Kumuh, PJ Wali Kota Baubau Maksimalkan Area Pasar

Hado Hasina

KENDARIPOS.CO.ID — Pasar Sentral Wameo masih menjadi salah satu sentra perkulakan andalan yang banyak dikunjungi masyarakat Kota Baubau. Selain ditunjang area yang relatif luas, keberadaan pasar tradisional itu juga sangat strategis. Letaknya berada di jantung kota. Sehingga selalu ramai dipenuhi pedagang dan konsumen untuk bertransaksi.

Sayangnya keberadaan Pasar Wameo belum sepenuhnya mendapat perhatian serius dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Khususnya berkaitan dengan penataan ruang serta kebersihan. Banyak pedagang berjualan bebas hingga di bahu jalan. Hal itu karena sebagian besar lapak penjualan tak tertata baik, sehingga menimbulkan kesan kekumuhan dan ambradul.

Kondisi itu menjadi perhatian Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau, Hado Hasina. Ia menginginkan agar area Pasar Wameo dapat ditata dan dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga pemandangan kumuh tak terjadi lagi. Makanya, orang nomor satu di Pemkot Baubau itu meminta SKPD terkait agar melakukan penataan area Pasar Wameo secara maksimal.

“Sebagian tempat pembangunan taman dan parkir kendaraan masih bisa difungsikan sebagai lapak. Tempatnya luas untuk digunakan. Tolong pada SKPD terkait agar menindaklanjuti hal ini untuk bisa digunakan para pedagang,” kata Hado Hasina, selasa (15/5). Menurutnya, luas area pasar Wameo masih bisa menampung seluruh penjual, khususnya yang selama ini beraktivitas di sekitar bahu jalan. Hanya saja selama ini belum dimaksimalkan.

“Fungsi lahan untuk taman itu bisa digunakan 50 persen menjadi lapak pedagang. Tetapi ini khusus bagi para pedagang asli Pasar Wameo. Makanya, kepada SKPD terkait agar bisa memfasilitasi dengan membangun tenda bagi penjual. Dengan begitu kondisi Pasar Wameo bisa terlihat lebih baik,” sarannya. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau, Radjlun, berjanji segera menindaklanjutinya. “Lahan parkir dan taman akan kita bagi dua. Sehingga bisa kita buat lapak untuk penjualan,” singkatnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Baubau, Syamsul Bahri. Ia mengakui, pembangunan lapak di lokasi parkir dan taman masih memungkinkan untuk dilakukan. Pasalnya, luas area yang tersisa dan belum dimanfaatkan ada sekitar 112 meter. “Insyaallah pada APBDP nanti, kita akan usulkan anggaran untuk pengadaan tenda kerucut. Dengan panjang ratusan meter tersebut, kita rencanakan bangun 40 tenda. Sehingga para pelaku UKM seperti pedagang ikan yang menjual di bahu jalan bisa pindah di tempat tersebut,” katanya, selasa (15/5).

Selain itu, koridor dekat masjid akan difungsikan untuk menjadi tempat penjualan. Hanya saja di situ akan dikhususkan untuk penjualan yang tak memiliki sampah seperti pedagang pakaian dan kain. “Karena di sekitar masjid ada situs sejarah yang harus tetap terjaga kebersihanya yaitu, Batu Poaro,” tutup mantan Kepala Satpol PP Kota Baubau itu. (b/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743