Pariwara
Bau-bau

Penambahan Landasan Bandara Betoambari di Baubau Butuh Kesepakatan

RUNWAY : Kondisi Bandara Betoambari yang baru dapat didarati pesawat berdimensi kecil. Penambahan landasan pacu kini digagas.

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mengembangkan trasportasi udara terus dilakukan. Berbagai rute penerbangan yang menghubungkan antara kota, baik dalam Provinsi Sultra maupun di luar wilayah telah dibuka. Misalnya jalur Baubau-Kendari, Baubau-Makassar dan terbaru rute Baubau-Ambon. Seluruhnya resmi beroperasi dengan jadwal penerbangan yang telah ditentukan.

Bertambahnya rute penerbangan yang digagas pemerintah bersama maskapai penerbangan, tentu sejalan dengan bertambahnya pula pesawat yang keluar masuk Bandara Betoambari, Kota Baubau. Akan tetapi, dari tiga rute penerbangan yang telah dibuka tersebut, belum ada pesawat berkapasitas besar dioperasikan. Rata-rata hanyalah pesawat jenis avions de transport regional (ATR) atau dalam kapasitas kecil. Kepala Bandara Udara Betoambarin, Kota Baubau, Erni Antula, mengatakan pengoperasian pesawat jenis ATR disesuaikan dengan kondisi bandara. Dalam artian, bahwa Bandara Udara Betoambari belum bisa menampung pesawat kapasitas besar. Sebab, jalur landas pesawat untuk take off (lepas landas) maupun saat landing (mendarat) masih terbatas.

“Kawasan Bandara kita butuh pengembangan. Olehnya itu, ke depan kami mohon kepada Pemkot untuk mendukung pengembangan kawasan Bandara Betoambari. Agar kita tidak hanya menampung jenis ATR saja, tetapi pesawat dalam kapasitas besar juga,” ujarnya, akhir pekan lalu. Secara terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau, Hado Hasina, mengungkapkan, pengembangan kawasan Bandara sebenarnya dapat dilakulan. Hanya saja, semua itu harus dilakukan secara baik dan prosedural. “Kalau landasan ini kita panjangkan 100 meter maka akan kena jalan raya yang merupakan kewenangan provinsi. Sehingga, Pemkot Baubau, Pemprov Sultra dan masyarakat harus mengkomunikasnya terlebih dulu secara bersama, dengan menawarkan rute baru untuk pengalihan jalan raya. Dengan begitu, saya kira sangat bisa (dilakukan perpajangan landasan Bandara). Nah, kalau semua itu sudah dilakukan, barulah kita ajukan di Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan, pembangunan Bandara Betoambari berbeda dengan yang ada di Wakatobi dan Kolaka. Sebab fasilitas di Baubau ini dibangung langsung oleh Kementerian. Sementara bandara di Wakatobi dan Kolaka dibangun oleh Pemkab. Sehingga semua harus melalui prosedur,” sambungnya. Hado merinci, panjang landasan Bandara Betoambari saat ini baru 1.800 meter. Padahal agar dapat dilandasi pesawat besar, minimal membutuhkan runway sekitar 2.500 meter. “Kita masih kekurangan sekitar 600 meter. Sementara kita mau tambah 100 meter saja sudah terbentur dengan jalan raya. Tetapi bukan berarti tak bisa. Bebaskan lahan masyarakat untuk Pemkot Baubau, lalu kita pindahkan jalan provinsi. Nah, setelah itu kita ajukan (usulan perpajangan landasan) ke Kementerian secara bersama-sama,” pungkasnya. (b/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778