Pariwara
Kolaka Utara

Dana Melimpah, Ekonomi Warga Kolut Belum Melimpah

Dana Desa : Jalan utama Desa Watumotaha di Kecamatan Ngapa, Kolaka Utara yang dikerjakan menggunakan dana desa dengan konstruksi beton agar memperlancar akses warga.

KENDARIPOS.CO.ID — Kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan fasilitas di pedesaan dan pemberdayaan masyarakat menjadi fokus dalam beberapa tahun terakhir ini. Salah satunya dengan memberikan porsi anggaran yang besar bagi peningkatan sarana dan prasarana di pedesaan. Bahkan anggaran dana desa (DD) terus dinaikan setiap tahun. Konawe Utara misalnya, pada tahun 2016 lalu, porsi anggaran DD yang dikucurkan mencapai Rp 97 miliar bagi 159 desa dari 13 kecamatan. Pada tahun 2017, meningkat jadi Rp 120, 8 miliar.

Sementara pada tahun 2018, alokasi DD APBN mengalami pengurangan hingga Rp 10 miliar. Jadi DD APBN Konut pada tahun ini tinggal Rp 110, 38 miliar. Penyebab pengurangan itu berdasarkan hasil penilaian Kementerian Keuangan. Desa-desa di Konut tidak masuk dalam kategori nilai skoring penentuan penerimaan alokasi afirmasi desa tertinggal dan sangat tertinggal.

“Jadi secara keseluruhan DD APBN di Konut sebanyak Rp 110, 38 miliar,” ujar Kabid Pemdes DPMD Konut, Nur Adnan Ariputra, Jumat (9/3). Dari dana miliaran rupiah tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan fisik. Termasuk didalamnya anggaran pemberdayaan. Sedangkan untuk jumlah anggaran fisik dan pemberdayaan berapa persen yang diporsikan, DPMD tidak tahu secara pasti teknisnya. Karena semua tergantung rencana kerja dan APBDes yang diajukan kepala desa (Kades).

Sedangkan mekanisme pelaporan keuangan pertanggungjawaban penggunaan dana desa (DD) disesuaikan dengan progres pekerjaan fisik maupun nonfisik. “Pola pencairan DD itu dibagi tiga tahap yakni 20, 40 dan 40 persen. Pola pencairan DD ini berdasarkan peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) nomor 225,” sambung Nur Adnan. Dia menambahkan dalam penggunaan dana desa ada acuan yang menjadi skala prioritas penggunaan dana desa yang diatur dalam Permendes nomor 22 tahun 2017 tentang skala prioritas penggunaan dana desa.

Nur Adnan Aryputra tidak menapik didalam pengelolaan anggaran dana desa (DD) diakui ada beberapa desa yang dianggap ada ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dengan jumlah anggaran yang digelontorkan. Hanya permasalahan itu menjadi domain Inspektorat dalam melakukan pengawasan DD. “Memang ada yang kita temukan di lapangan, misalnya pembangunan bronjong. Panjang bentangan sama, tapi nominalnya beda. Kami hanya mengukur berapa panjang dan lebarnya sesuai RAB. Kalau sudah cukup, ya itu saja. Kendalanya memang tidak adanya keseragaman penentuan harga perkiraan sendiri (HPS),” ujarnya.

Di Muna Barat (Mubar), pada tahun 2018 ini, anggaran DD yang masuk pada 81 desa di 11 kecamatan, sebesar Rp 66,81 miliar. Kabid Pemerintahan Desa dan Kelurahan, DPMD Muna Barat, Bahrun L Siharis, mengatakan alokasinya bervariasi mulai dari Rp 600 juta hingga Rp 800 juta. “Pemanfaatan dana desa adalah prioritas pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan itu berbasis sarana prasarana infrastruktur dasar. Seperti sarana air bersih, sarana kesehatan, MCK, terus pembangunan jalan usaha tani, peningkatan jalan lingkungan, pembangunan drainase dan lainnya. Demikian pula dengan pemberdayaan masyaalat dalam bentuk pelatihan dan peningkatan konsultasi masyarakat, kursus menjahit, pengelolaan pasar desa serta BUMDes. “Kalau untuk bantuan bibit itu adalah bibit ternak dan bibit tanaman,”ungkapnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778