Pariwara
Buton Utara

Butur jadi Lumbung Pangan Organik, Abu Hasan: Lahan Baru 400 Hektar

Bupati Butur, Abu Hasan saat panen padi.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan bersama Wakilnya Ramadio, terus mencari terobosan program yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang menjadi fokus saat ini adalah mengembangkan sektor pertanian organik, sebagai program unggulan untuk mengentaskan kemiskinan di daerah itu. Kendati begitu, pembangunan infrastuktur, berupa pengaspalan jalan, pembangunan jembatan, penyiapan sistem penyedia air minum (SPAM) dan saluran irigasi daerah pesawahan tetap berjalan.

Dua tahun memimpin Bumi Lipu Tinadeaokono Sara, pembukaan lahan pertanian baru terus dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pangan organik. Bahkan, semua lahan tidur di area samping jalan poros tak boleh menganggur alias harus dimanfaatkan. Abu Hasan sudah menginstruksikan, agar camat, lurah serta seluruh kepala desa mengajak pemilik lahan agar membersihan lahan tersebut untuk ditanami padi organik.

Abu Hasan menuturkan, program pengembangan pertanian organik tetap menjadi program unggulannya. Ia menargetkan, membuka lahan pertanian baru seluas 400 hektar dengan biaya pembersihannya ditanggung pemerintah. Tak hanya itu, petani juga tak perlu repot mencari bibit karena semuanya sudah disediakan pemerintah daerah.  “Kita target, minimal 400 hektar lahan bisa dibuka tahun ini. Jika anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan memadai, kita tambah lagi jadi 800 hektar. Target saya, Butur harus jadi lumbung pangan organik. Sekaligus membangun basis ekonomi permanen di desa melalui sektor pertanian,” kata Abu Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/3/2018).

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu menambahkan, untuk mensukseskan pertanian organik, pemerintah turut mengambil peran sangat siginfikan, mulai pengelolahan lahan sampai pasca panen. Target produksi ditargetkan, satu hektar bisa menghasilkan 1 ton beras organik dan nilai jualnya Rp 30 ribu perkilo gramnya. Ini sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian petani.

Abu Hasan mengimbau, agar petani tak perlu takut untuk menanam tanpa menggunakan pupuk bahan kimia. Sebab, jika sudah panen Bulog telah siap membeli dengan harga tinggi. Jika produksi pangan organik melimpah, Butur akan membangun network pasar lokal, dan nasional. “Bahkan, kalau hasil produksi maksimal dan bisa swasembada, maka akan dipasarkan ke luar negeri. Syaratnya Butur harus menjadi anggota organisasi dunia pangan organik,” bebernya.

Pencangangan Butur menjadi kabupaten organik mendapatkan dukungan penuh Kementerian Pertanian. Lembaga yang dipimpin Amran Sulaiman itu bahkan memuji produk beras Wakawondu Butur. “Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan alat pertanian dan ratusan ekor sapi. Kelak, kotorannya akan dijadikan pupuk organik,” cetusnya.

Ketua KONI Butur ini optimis, jika pengembangan sektor pertanian organik suskes mampu menekan angka kemiskinan sangat signifikan. Pasalnya, kurang lebih 70 persen warga di daerah itu sebagai petani. “Sektor pertanian bisa menekan angka kemiskinan. Kendati belum dihitung berapa pengaruh produksi pertanian terhadap menurunnya angka kemiskinan. Namun, bagi saya sudah jelas di depan mata angka kemiskinan dapat diturunkan dengan pengembangan disektor pertanian organik. Olehnhya itu, saya tetapkan menjadi sektor unggulan,” terangnya. (b/had)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743