Pariwara
Wakatobi

Pelayanan Listrik di Binongko Wakatobi tak Maksimal

ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Harapan masyarakat Binongko untuk menikmati pelayanan listrik reguler, masih sulit untuk terealisasi. Pemadaman secara bergilir masih terus dilakukan oleh pihak Perusahaan Listrik Nasional (PLN) PLTD Binongko hingga saat ini. Penyebabnya, karena diklaim adanya beberapa mesin yang sering mengalami kerusakan.

Permasalahan ini bukan baru kali ini saja terjadi. Bertahan-tahun warga seakan dipaksa untuk menikmati layanan kurang prima dari PLN setempat. Bahkan untuk meminimalisir kondisi ini, pada tanggal 19 November 2017 lalu, PLN unit PLTD Binongko bersama warga dan pihak Kecamatan Binongko telah melakukan dialog publik untuk mencari solusi terbaik.

Dari hasil dialog ini, ada 10 kesepakatan yang ditandatangi Camat Binongko, Kepala PLN Binongko dan inisiator kala itu. Diantaranya, selain waktu menyala yang harus dilakukan pada pukul 17.45 hingga 06.00 Wita, kesepakatan antara masyarakat dan PLN Binongko, 1 Januari 2018 tidak ada lagi pemadaman secara bergilir, hanya berlangsung kurang lebih satu bulan saja. Hal ini tentu membuat warga sekitar kecewa dengan ulah pihak PLN Binongko tersebut. Selain dinilai tidak konsisten, pihak PLN melanggar beberapa poin kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.

Perwakilan Warga, Muliadin menyayangkan hal ini. Ia mengaku, pasca dilakukan dialog publik, kesepakatan itu berjalan dengan baik. Listrik yang hanya menyala pada malam hari itu berjalan dengan normal. Namun, itu tak bertahan lama. “Maksud masyarakat, kalau memang ada kerusakan pada mesin tolong disampaikan. Ini kan tidak, tiba-tiba listrik padam lagi dan dilakukan lagi seperti sebelumnya yakni secara bergilir. Berarti kan sudah menyalahi,” sorot Muliadin, Selasa (6/3).

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala PLN PLTD Binongko, Dafy Elva, justru mengaku tak terlalu menganggap penting dialog publik tersebut. Menurutnya, itu hanya pertemuan biasa dan tidak formal. “Sebenarnya itu bukan kesepakatan. Dan pertemuan itu bagi saya tidak formal karena tidak dilengkapi surat-surat resmi. Tidak terlalu penting,” argumentasinya saat dihubungi, Selasa (6/3). Dafy Elva mengatakan, pihaknya sudah berusaha namun karena adanya gangguan pada dua mesin yang beroperasi sehingga pemadaman secara bergilir terpaksa dilakukan. Jika tidak demikian, ia menyebut tidak ada yang namanya pemadaman secara bergilir. “Kalau normal mesinnya, tidak mungkin bergilir. Tapi dari enam mesin, ada dua yang bermasalah sehingga dilakukan secara bergilir,” alasannya.

Terkait kekecewaan masyarakat, ia tak bisa berkata apa-apa. Namun, ia mengakui selama menjabat, memang tak pernah menyampaikan pada masyarakat jika akan terjadi pemadaman bergilir. “Kalau saya jarang sampaikan ke masyarakat. Kalau bergilir ya bergilir saja,” entengnya. Sekadar diketahui, pemadaman listrik secara bergilir pada tahun ini sudah berlangsung sejak bulan Februari lalu. Namun, tahun-tahun sebelumnya juga kerap terjadi. Kali ini rata-rata menyala selama empat malam setelah itu padam selama satu malam penuh. Setelah itu menyala lagi selama empat malam dan seterusnya. (b/thy)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778