Pariwara
Kolaka Utara

Produk Kolut tak Mampu Kuasai Pasar Sendiri, Distribusi Lambat Picu Kenaikan Harga

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Meskipun masyarakat Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sebagian besar berprofesi sebagai petani, namun bukan berarti hasil produksinya sudah mampu menguasai pasar di wilayah sendiri. Sebab faktanya, sejumlah kebutuhan pokok yang diperjualbelikan di pasar daerah masih dikuasai produk dari luar. Jika mengalami keterlambatan distribusi dari pihak produsen, akan memicu naiknya nilai jual dari pedagang ke konsumen. Contohnya beras, telur, bawang, cabai hingga beberapa jenis sayuran saat ini masih melambung dari angka normal dan belum mengalami penurunan.

Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kolut, Nurbaeti, menjelaskan, dari pencatatan harga kebutuhan pokok yang dipantau setiap pekan menunjukkan beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan belum turun. Contohnya beras klasifikasi I seharga Rp 8.500 tiap liter, naik menjadi Rp 9.000. Sementara untuk klasifikasi II dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.500. “Sebagian besar beras masih banyak dipasok pedagang dari Sidrap, Siwa (Sulawesi Selatan), Kolaka dan juga termasuk di Kolaka Utara,” ujarnya.

Untuk harga daging dan telur ayam kampung juga naik. Kategori daging ayam kampung dari Rp 75 ribu menjadi Rp 80 ribu dan telur boiler tiap rak naik Rp 2 ribu dari harga Rp 47.000. Untuk cabai keriting dalam sepekannya dua kali melonjak dari harga Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 28 ribu hingga bertahan pada angka Rp 30 ribu. “Untuk jenis bawang baik merah dan putih sama-sama naik. Bawang merah Rp 25 ribu dan putih Rp 22 ribu perkilogram. Ikan asin juga demikian, klasifikasi I sampai IV hingga jenis ikan merah semua naik. Begitu juga sayur mayur juga masih dikuasai dari luar daerah. Ini akibat cuaca buruk hingga nelayan kurang hasil tangkapan,” rinci Nurbaeti.

Ia mengakui, dari semua kebutuhan pokok di atas, rata-rata masih banyak dikuasai produk luar. Kenaikan harga di lapangan menurut para pedagang karena keterlambatan distribusi dari wilayah pemasok. Disamping itu cuaca yang kurang bersahabat dalam beberapa pekan ini menjadi faktor kelangkaan. Para pedagang mengaku masih mengandalkan barang pasokan karena dari segi harga lebih murah dibanding yang ditawarkan petani Kolut. “Perbedaan beberapa rupiah saja namun hal itu dianggap lebih murah. Walaupun produk dari Kolut juga tidak ditolak,” pungkasnya. (b/rus)

Harga Kebutuhan Pokok yang Mengalami Kenaikan :
-Beras klasifikasi I Rp 9.000/liter
-Beras klasifikasi II Rp 8.500/liter
-Daging ayam kampung Rp 80.000/kg
-Telur ayam broiler Rp 49.000/rak
-Kacang tanah Rp 20.000/liter
-Cabai keriting Rp 30.000/kg
-Bawang merah Rp 25.000/kg
-Bawang putih Rp 22.000/kg

-Ikan asin
*Klasifikasi I Rp 20.000/liter
*Klasifikasi II Rp 15.000/liter
*Klasifikasi III Rp 10.000/liter
*Ikan merah Rp 50.000/kg
-Buncis Rp 10.000/kg
-Semangka Rp 20.000/buah

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778