Pariwara
Muna

Daya Listrik RSUD Muna Dibawah Standar

LAODE ALFIN/KENDARI POS
Megahnya konstruksi RSUD Muna, berbanding terbalik dengan fasilitas yang ada. Selain pelayanan yang belum maksimal, sistem penerangan listrik juga tak memadai.

KENDARIPOS.CO.ID — Ironis. La Undu akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, sekitar pukul 21.00 Wita pada 15 Februari 2018 lalu. Ia meninggal dunia dalam kondisi listrik rumah sakit padam berkali-kali. Peristiwa itu membuat publik terutama keluarga mendiang, berang. Tak dapat diterima dengan akal sehat jika daya listrik rumah sakit milik pemerintah tersebut sangat tidak memadai. Padahal itu merupakan fasilitas untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat.

Direktur Utama RSUD Muna, dr. Agus Susanto, S.pA yang baru bisa ditemui dua pekan pasca kejadian, membenarkan jika ada pasien yang meninggal dunia dalam kondisi listrik padam. “Oh soal itu. Bukan karena listrik (La Undu meninggal dunia). Hanya kebetulan saja saat meninggal, lampu sedang padam,” argumennya, Selasa (27/2). Soal daya listrik rumah sakit, Agus mengakui masih jauh dibawah standar. Saat ini, kekuatan listrik RSUD Muna hanya 13.250 kilowatt hours (kWh) dan dipastikan tak memadai untuk kebutuhan.

Parahnya, RSUD pun tidak memiliki sumber daya cadangan seperti genset. Sehingga, aliran listrik PLN Rayon Raha menjadi sumber tunggal daya listrik rumah sakit. “Kalau (listrik) PLN padam, ya pasti ikut padam juga,” jawabnya. Ditanya apakah pihak RSUD tak berupaya menambah daya, soal itu Agus justru memertanyakan ke pihak PLN sendiri. “Kami sudah minta, bahkan bupati sudah bersurat untuk permintaan penambahan daya. Tapi mungkin PLN tidak mau, kecuali kami bayar dulu. Padahal, soal itu hanya administrasi, yang penting pelayanan masyarakat diutamakan,” alasan Agus.

RSUD Muna sendiri baru akan merencanakan pengadaan satu unit generator sebagai sumber listrik cadangan jika aliran PLN terganggu. Sayangnya, upaya itu baru akan direalisasikan tahun 2019 nanti. “Sebenarnya ada genset satu unit, tapi sudah lama rusak. Kecuali diperbaiki dulu. Yang paling memungkinkan kami naikkan dayanya dulu sampai 725.000 kWh,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Raha, Muljabar, mengakui jika pihak RSUD sudah mengajukan penambahan daya sebesar 725 KPA (kilopascal). Hanya saja, usulan tersebut butuh proses panjang untuk bisa direalisasikan karena harus menunggu pembangunan jaringan baru dan travo. Solusi sementara yang dapat dilakukan adalah penambahan daya sebesar 197 KPA dengan cara sambung langsung.

“Untuk itu, kami sudah bangun travonya dan juga jaringan tegangan rendah (JTR). Sudah bisa on sebenarnya. Hanya mereka (RSUD) belum bayar biayanya Rp 200 juta,” ungkap Muljabar. Ia menilai, daya sebesar 13,200 PA (pascal) saat ini jauh dibawah standar listrik sebuah rumah sakit. Sehingga sangat wajar jika terjadi kasus listrik padam berkali-kali. Ia mengaku, jika kewajiban administrasi telah ditunaikam, PLN sudah bisa langsung menambah daya. “Dibayar hari ini, kami langsung naikkan,” janjinya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778