Pariwara
Nasional

Kasus Pelanggaran SNI Beras Maknyuss, Eks Dirut PT IBU Divonis 1,4 Tahun

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus pelanggaran standar nasional Indonesia (SNI) pada beras Maknyuss PT Indo Beras Unggul (IBU) memasuki babak akhir. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi menjatuhkan 1, 4 tahun penjara untuk mantan Dirut PT IBU Trisnawan Widodo. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Brigjen Agung Setya mengatakan, vonis dari PN Bekasi terkait kasus pelanggaran SNI beras Maknyuss sudah dijatuhkan. ”Dia dituntut 2 tahun oleh jaksa, tapi hakim memberikan hukuman 1,4 tahun,”terangnya kepada Jawa Pos kemarin.

Dengan vonis tersebut, lanjut dia, dapat dipastikan bahwa penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Dittipideksus selama ini memang sesuai dengan prosedur. ”Ya dianggap terbukti dan bersalah melakukan tindak pidana dalam undang-undang perlindungan konsumen,” ujarnya.

Agung menjelaskan, kerugian yang besar dialami masyarakat karena kasus tersebut. Sebab, untuk beras dengan mutu 2 dan mutu 3, masyarakat harus mengeluarkan kocek seharga untuk beras bermutu 1. ”Produknya beras Maknyuss dan Cap Ayam Jago dijual sekitar Rp 34 ribu per kilogramnya,” paparnya. Tidak hanya dua merk produksi PT IBU, namun dari 20 merek beras produksi PT IBU itu ada 19 yang tidak sesuai antara kemasan dan isinya. ”Hanya satu merek saja yang sesuai,” terang mantan Wadir Dittipideksus tersebut.

Menurut dia, saat ini juga ada proses sidang untuk terdakwa berinisial M yang merupakan direktur dari PT Jatisari. PT Jatisari merupakan anak usaha dari PT IBU. ”Modusnya sama,” paparnya.  Harapannya, untuk terdakwa kedua ini juga ada vonis yang sebanding. Dia menjelaskan, praktek kecurangannya sama, maka bisa jadi hukumannya nanti bisa sama. ”Ya, untuk yang kedua ini semoga lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus pelanggaran SNI beras Maknyuss PT IBU ini berupa menurunkan kualitas isi. Berbeda dengan keterangan dalam kemasan yang digunakan agar masyarakat membeli. Kasus ini sempat menghangat karen PT IBU mengaku membeli beras dari petani dengan harga yang lebih mahal dari pasaran. Hal itu untuk menepis kabar bahwa berasnya merupakan beras subsidi oplosan. Namun, ternyata belakangan diketahui bahwa pelanggaran yang dilakukan terkait SNI. (idr/agm)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743