Pariwara
HEADLINE NEWS

Gara-gara Pohon, 3 Warga Baubau Saling Tebas

SENGKETA : La Dihi, terbaring di RSUD Palagimata. Dia menderita luka sabetan parang sehingga butuh perawatan. La Dihi terlibat perkelahian dengan warga lainnya yang tak terima pohon dikebunnya ditebang. Foto : AKHIRMAN / KENDARI POS.

KENDARIPOS.CO.ID — Nyawa 3 warga Baubau nyaris berakhir diujung parang jika saja personel Polres Baubau tidak sigap. 3 warga yang terlibat perkelahian hingga saling tebas. Mereka adalah La Dihi (41), La Ane (30) dan Hj. Saniba (45). Mereka nekat berkelahi karena persoalan lahan dan pohon. Mereka saling mengklaim sebagai pemilik lahan di Lingkungan Wakulese, Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum, Kota Baubau yang diwariskan oleh keluarga masing-masing. Sehingga merasa berhak mengambil hasil bumi ditempat yang diklaim tersebut.

Peristiwa itu diketahui istri La Dihi bernama Rachmawana alias Wa Muli (25). Senin (22/1/2018) sekira pukul 11.00 wita, dia dihampiri anaknya Imran (16) yang menemani sang ayah menginap di kebun dan memberitahu bahwa ayahnya terlibat perkelahian. “Pas anak saya melihat bapaknya disiksa, ia langsung datang ke Jembatan Beli (Jembel) memberitahu. Saya kaget dan panik. Untungnya ada polisi yang lewat dan saya langsung laporkan kejadian itu,” ujar Wa Muli saat ditemui di RSUD Palagimata, Baubau, Senin (22/1).

Dari peristiwa tersebut, La Dihi mengalami luka robek dibeberapa bagian tubuhnya, bagian belakang kepala, samping perut dan kaki. “Awalnya adik saya (La Dihi) dihantam pakai balok. Setelah jatuh, dia bangkit melawan. Dia ambil senso (chainsaw,red) tapi mereka (La Ane dan Saniba) pakai parang,” jelas kakak La Dihi, Wa Bua (50).

Sementara itu, suami Saniba bernama H. La Mase mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika istrinya, Saniba mendengar informasi bahwa La Dihi sedang menebang kayu di kebun mereka. Makanya, Saniba langsung mengecek sembari ditemani kemenakanya bernama La Ane untuk menghentikan La Dihi.

“Pas tiba di sana (kebun) teryata benar La Dihi sedang menebang kayu menggunakan senso. Dari situ, terjadi cekcok. Tapi La Dihi memukul pakai senso. Kemudian dia hantam dengan parang. Makanya, istri saya mengalami luka besar di bagian kepala dan tangan. Begitu pula dengan kemanakan saya (La Ane) mengalami luka besar dibagian kepala, perut dan tangan,” tutur H.La Mase saat ditemui di Rumah Sakit Siloam, Baubau.

Kasat Reskrim Polres Baubau, AKP Haris Akhmat Basuki yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Hanya saja ia enggan memberikan komentar banyak karena masih melakukan pendalaman. “Saya belum bisa kasih keterangan. Masih akan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya sembari berlalu meninggalkan RSUD Palagimata. (ahi/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743