Pariwara
HEADLINE NEWS

Pertarungan Saudara! Berebut Tahta di Pilwali Baubau


Ilustrasi Nursalam dan Roslina Rahim

KENDARIPOS.CO.ID — Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau menarik diikuti. Sebab, bukan hanya menjadi panggung perseteruan incumbent, AS Tamrin dengan wakilnya Wa Ode Maasra Manarfa. Lebih dari itu, juga merupakan ajang pertarungan saudara kandung, antara Roslina Rahim dengan Nursalam.

Kedua kandidat yang juga masih bersaudara kandung dengan Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun ini berebut tahta di pilwali Baubau lewat jalan berbeda. Roslina Rahim maju menggunakan kendaraan parpol (diusung PKB dan Hanura), sedangkan Nursalam lewat jalur perseorangan. Keduanya sama-sama optimis bisa lolos pencalonan dan bisa memenangkan pilwali.

Nursalam membenarkan kalau Roslina Rahim adalah saudaranya. Tepatnya sebagai adik kandung. Kendati begitu, dirinya memastikan akan terus berjuang dan siap mengalahkan saudaranya tersebut. “Meski saudara, sama sekali tidak ada pengaruhnya. Saya sudah setahun lebih bergerak dan kami sudah berada diposisi masing-masing. Kami sudah berhitung, Inyaallah tidak akan berpengaruh dengan basis massa. Sama sekali tidak merugikan salah satu pihak,” kata Nursalam saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (18/1).

Pria yang akrab disapa Roger Samiun ini menambahkan, soal dukungan keluarga, dirinya telah mendapat restu, begitu juga sang adik. Hanya saja siapa yang bakal didukung, dirinya kembalikan sepenuhnya pada pribadi masing-masing keluarga. Sebab, semua bisa menentukan pilihan terbaiknya, siapa yang akan didukung. “Kami berdua didukung keluarga. Hanya soal pilihan nanti saat di TPS, kami kembalikan kepada pribadi masing-masing,” jelasnya.

Masih soal hubungannya dengan Roslina, kendati jadi “lawan” di pilwali, namun komunikasi keduanya tetap terjalin. Dia mengaku sudah terbiasa di lingkungan keluarganya tercipta demokrasi yang baik. “Silaturahmi tetap jalan. Soal siapa nanti terpilih, itu urusan lain. Yang penting hubungan keluarga tidak boleh retak hanya karena beda pilihan,” terang pria yang punya background pengusaha tersebut.

Niat maju di pilwali Baubau, lanjut dia, bukan untuk mencari kekuasaan. Tapi lebih pada memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, meski hasil verifikasi faktual syarat calon yang disetor hanya 1.331 keping KTP yang diyatakan Memenuhi Syarat (MS) oleh KPU dan harus menyetor perbaikan 20.192 keping KTP untuk bisa lolos, tetapi pihaknya tetap optomis bisa memenuhi kekurangan tersebut. “Kita suda menyiapkan semuanya. Kita optimis bisa lolos,” ujarnya.

Roslina Rahim juga tidak mempersoalkan majunya sang kakak di pilwali Baubau. Menurutnya, itu haknya sebagai warga negara yang juga punya hak untuk dipilih. Justru dirinya semakin termotivasi bekerja lebih giat supaya bisa memenangkan pertarungan.

Ketua DPRD Kota Baubau ini mengakui kalau Nursalam adalah kakak kandungnya. Tapi tetap tidak akan mempengaruhi basis massa yang dimilikinya. “Saya yakin tidak akan berpengaruh. Keluarga juga sudah memberi restu. Saat ini, kami fokus konsolidasi dan siap memenangkan pilwali,” tegasnya.

Ketua Tim Pemenangan Roslina Rahim, La Ode Aslan Asis mengakui , meski status Nursalam adalah kakak kandung dari Roslina Rahim, tetapi pecalonannya sama sekali tidak akan mengganggu. “Mereka memang saudara kandung. Tapi tidak apa-apa. Semua beda pasar. Roger Punya keluarga, Roslina juga punya keluarga,” ungkapnya, kamis (18/1).

Dalam sejarak kepemimpinan di tanah Buton (sebelum Baubau mekar sebagai kota, red), lanjut lelaki yang akrab disapa abah itu, keluarga dekat yang tampil dalam perebutan kursi pimpinan sudah pernah terjadi. Misalnya saat zaman kesultanan, dua bersaudara juga ikut dalam kompetisi perebutan kursi pimpinan. “Zaman kesultanan (kerajaan) dulu, pernah terjadi seperti ini. Adik dan kakak harus bertarung. Sultan terakhir yang ke- 37, yaitu Muhamad Falihi dan Oputa Imalige/ La Ode Malizi sama-sama maju. Namun setelah sang kakak menjadi Sultan, maka sang adik (Muhamad Falihi) menjadi perdana meteri,” jelasnya.

“Jadi persoalan-persoalan politik itu tidak mengenal adik-kakak. Faktanya menujukan seperti itu, tidak ada masalah. Namanya politik, sudah begini, masing-masing mengambil haknya untuk memilih dan dipilih. Dan Roslina Rahim sendiri tidak ada masalah dengan itu,” katanya.

Lalu bagaimana dengan pernyataan Nursalam yang lebih mendukung Tampil Manis ketimbang Roslina Rahim? Lelaki berambut pajang itu, mengaku tidak terlalau mempersoalkanya. Ia lebih fokus untuk bagaimana memenangkan kadidat yang didukungnya. “Kita tahulah, sepertia apa sebenarnya. Namanya politik sudah seperti itu. Yang pasti, sebagai ketua tim pemenangan Roslina Rahim- La Ode Yasin Mazadu, saya akan lebih fokus untuk kemenangan timku,” ucapnya.

Pakar Komunikasi Politik Sultra, Muh Najib Husain menilai, kalau kedua kandidat jadi bertarung di pilwali Baubau, maka bakal mempengaruhi peta dukungan keduanya. Hampir pasti, dukungan keluarga akan terpecah. “Pasti akan berpengaruh. Tapi namanya politik sulit ditebak, bisa saja ini strategi saja,” kata Najib, kamis (18/1).

Menurut dia, memang kedua figur pasti memiliki basis massa masing-masing. Hanya saja, karena akarnya dari keluarga yang sama, maka bisa saja terbagi. Sehingga akan melemahkan keduanya. “Harusnya, kalau satu calon yang maju, dukungan keluarga bisa terfokus. Tapi kalau dua-duanya maju, pasti terbelah dukungan,” jelasnya.

Termasuk massa fanatik Umar Samiun yang merupakan saudara kandung keduanya, bisa saja meninggalkan keduanya untuk mendukung kandidat lain. “Kondisi terburuknya adalah simpatisan keduanya merasa sudah tidak ada harapan menang, karena dua-duanya maju. Sehingga beralih mendukung kandidat lain, di luar mereka,” terangnya.

Namun, lanjut dia, bisa juga ini hanya strategi semata. Sebab, dengan dua-duanya maju, semakin membuat tim makin solid dan bekerja lebih keras lagi. “Semua masih bisa terjadi. Nanti dilihat saja, soalnya Nursalam yang maju lewat jalur perseorangan masih berat untuk lolos. Harus kumpulkan lagi 20 ribu KTP, saya rasa cukup berat. Tapi apapun itu, semua masih bisa terjadi sampai KPU memutuskan,” imbuhnya. (b/ahi/ing)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743