Pariwara
Hukum & Kriminal

Usai Tampar Korban, Pria di Abuki Setubuhi Bocah Cantik Sampai Menangis

Pemerkosa anak di bawah umur, Iwan saat diperiksa Kanit PPA Polres Konawe, Bripka Nursahada sebelum diserahkan ke jaksa Kejari Konawe.

KENDARIPOS.CO.ID — Iwan (22) harus membayar mahal perbuatan bejatnya. Warga Kecamatan Abuki harus menghadapi ancaman belasan tahun penjara karena telah memerkosa bocah cantik berusia 10 tahun berinisial AI. Iwan kini ditahan jaksa setelah penyidik Satreskrim Polres Konawe menyerahkan berkas, tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe. Usai pelimpahan, Iwan langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan).

Kapolres Konawe, AKBP Muh. Nur Akbar melalui Kasat Reskrim Iptu Rachmat Zam Zam mengatakan pihaknya telah menuntaskan pemeriksaan dan berkasnya, Selasa (16/1). Pelaku yang berprofesi sebagai petani itu sudah tiga kali menyetubuhi korban, pada waktu yang berbeda. “Keterangan korban, awalnya ia disetubuhi pertengahan Agustus 2017, kedua dan ketiga kali pada September. Modusnya, pelaku masuk ke rumah korban saat ibu korban tak ada. Lalu mengancam akan memukul korban bila ia melawan, dan memberitahu orang lain. Korban takut dan tidak berani menceritakan kepada siapapun,” ujar Iptu Rachmat Zam Zam, Rabu (17/1).

Dijelaskannya, kasus tersebut bisa terungkap saat korban mengeluh sakit perut. Ibu korban lalu membawa ke Puskesmas pembantu (Pustu), dan periksa oleh perawat. Ternyata ada gumpalan di perut bawah. Perawat pemeriksa lalu merekomendasikan agar si anak di periksa oleh bidan desa. Pemeriksaan luar dan dalam tidak ada masalah, namun masalah ditemukan pada kelamin korban. Ternyata ada robekan di selaput darah.

“Bidan desa meminta supaya keluarga melaporkan ke kepolisian agar bisa divisum. Nah, setelah itu ditanya dan dipaksa menjawab, akhirnya korban mengaku telah disetubuhi,” ungkap Iptu Rachmat Zam Zam. Menurut penyidik, korban AI sempat melawan dan meronta saat akan
disetubuhi, tapi langsung ditampar pelaku, sehingga ia hanya menangis ketika Iwan melancarkan aksi bejatnya. “Atas perbuatan kejinya itu, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat 1 tentang kekerasan, dan ayat 2 atas bujukan memberikan uang Rp 5 ribu kepada korban agar tak melapor, dan subsider pasal 82, atas tindakan pencabulan karena meraba dan mencium korban. Ia diancaman 5 sampai 15 tahun penjara,” pungkas Iptu Rachmat Zam Zam. (hel/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778