Pariwara
Nasional

Ibu Hebat, Generasi Tangguh

Ilustrasi Hari Ibu: Fahri Asmin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Peringatan Hari Ibu tiap 22 Desember, bukan hanya seremoni belaka. Ada makna penting yang harus menjadi pelajaran di dalamnya. Salah satunya tentang pentingnya peran kaum perempuan, khususnya ibu dalam mencetak generasi tangguh harapan bangsa. Sudah banyak contoh, betapa ibu yang baik pasti melahirkan generasi hebat pula.

Sejarah telah membuktikan, betapa para pemimpin dunia yang luar biasa, lahir dari rahim ibu yang hebat pula. Hebat dalam arti, mampu medidik anaknya dengan pelajaran moral, sehingga mampu menaklukan segala tantangan. Tak perlu jauh-jauh, Gubernur Sultra Nur Alam, mantan Wali Kota Kendari dua periode Ir Asrun dan Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra adalah segelintir pemimpin hebat yang lahir dari ibu luar biasa. Mereka mengakui, karakter kepemimpinan yang dimiliki, sedikit banyak dipengaruhi didikan orang tua, terutama ibu. “Tanpa ibu, kami bukan apa-apa,” ujar Adriatma Dwi Putra.

Memimpin Kota Kendari dalam usia yang masih muda tentu bukan perkara mudah. Butuh mentalitas dan kematangan luar biasa untuk bisa menjalaninya. Namun, mantan Ketua Komisi III DPRD Sultra tak kesulitan melaksanakan peran-perannya tersebut.

Sejumlah organisasi perempuan mengakui, kalau baik tidaknya generasi, banyak dipengaruhi peran ibu. Di keluarga, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang baik dan buruk, termasuk kepemimpinan. Hal itu diungkapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BNNP Sultra, Vivi Bambang Priyambadha.

Menurutnya, apabila seorang ibu mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, maka baik pula masa depannya. Sebaliknya, jika tidak mendidik anak-anaknya dengan baik dan tidak membentenginya dengan ilmu agama, maka kemungkinan besar, si anak akan memiliki masa depan suram.

Tak hanya itu, kokohnya sebuah rumah tangga, juga ada di tangan ibu. Ibu adalah orang pertama yang dikenal si anak saat terlahir ke dunia. Dia yang menyusui, menyapih, merawat, membesarkan dan mendidiknya. Tugas itulah yang menjadi alasan, kenapa seorang ibu punya tanggung jawab besar terhadap keberhasilan putra-putrinya.

“Dalam agama Islam, nabi memerintahkan untuk mematuhi ibu. Bahkan dalam hadits Rasulullah menekankan betapa mulia peran seorang ibu. Nabi sampai mengulang tiga kali menyebut ibu, ibu dan ibumu apabila di saat bersamaan ibu-bapakmu memanggilmu. Maka dahulukanlah menjawab sahutan ibumu, baru ayahmu. Dari hadits tersebut, dapat ditarik kesimpulan, bahwa posisi ibu amat sangat mulia di mata agama. Keberhasilan suami, juga tidak lepas dari peran seorang istri,” jelasnya.

Makanya sangat tepat bila dikatakan, ibu merupakan garda terdepan dalam keberhasilan anak-anak dan suaminya. Fondasi utama di keluarga itu seorang ibu. Negara bahkan memberi penghormatan lebih bagi ibu. Ada namanya ibu kota, ibu negara dan ada hari khusus hari ibu. Itu menandakan posisinya yang mulia. “Generasi tangguh harus jauh dari narkoba. Ini juga butuh peran ibu untuk menjaga anak-anaknya supaya tidak terjerumus,” katanya.

Ketua DWP Provinsi Sultra, Hj. Nur Endang Abbas juga mengungkapkan hal serupa. Kata dia, hari ibu merupakan bahan perenungan bagi semua kaum perempuan dan kaum ibu. Sejauh mana, peran ibu di zaman sekarang ini dimaknai dengan positif, baik sebagai anggota masyarakat, ibu, pendamping suami dan anggota DWP atau anggota organisasi di masyarakat. “Peran ibu dari zaman ke zaman tetap sama yakni merawat, mendidik dan membesarkan anak-anaknya, namun peran itu kini semakin kompleks. Sebab, banyak masalah sosial di masyarakat yang kemudian bisa merusak masa depan seorang anak, apabila ibu abai terhadap tanggung jawabanya,” jelasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan Ketua PC Muslimat NU Kota Kendari, Hj Siti Salma Dachri. Menurutnya, ibu memang punya peran penting dalam menunjang keberhasilan anak di masa depan. Apalagi kemajuan teknologi saat ini begitu pesat. “Disadari atau tidak dampak internet untuk perkembangan anak sangat luar biasa. Banyak anak yang salah jalan akibat kemajuan teknologi tersebut. Disinilah peran orang tua, utamanya seorang ibu dibutuhkan,” katanya.

Sebagai benteng pertama dalam keluarga, lanjut dia, ibu harus mampu menjadi suri tauladan bagi anak, dengan menanamkan nilai agama dan tradisi positif sejak usia dini. Sehingga nantinya akan tumbuh menjadi anak yang berakhlak baik, jujur dan bebas dari obat-obatan terlarang.

Ketua IPEMI Sultra, Rujuwati Ruslan menambahkan, ibu hebat harus selalu memperhatikan perkembangan anak-anaknya. Penanaman agama sejak dini yang perlu diperkuat. Sebab dengan teknologi sekarang, zaman kebebasan, anak-anak TK saja sudah bisa buka sendiri youtube. Jika ibu tidak mengawasi, maka bisa kebablasan. “Sebagai orang yang paling dekat dengan anak, ibu harus memfilter mana yang boleh ditonton oleh anak-anaknya dan mana yang tidak,” ungkapnya. (ely/ind/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778