Pariwara
Metro Kendari

Taksi Konvensional Belum “Welcome”

Penolakan terhadap kehadiran taksi berbasi aplikasi Grab kembali dilakukan para sopir taksi konvensional. Angkutan Kota (Angkot) juga ikut mogok dalam aksi unjuk rasa, Senin (18/12). Kehadiran taksi online dianggap dapat menggerus lahan rezeki taksi konvensional dan angkot. Foto: Ramadan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Penolakan atas kehadiran taksi berbasis daring (online) Grab di Kendari masih terus berlanjut. Senin (18/12), unjuk rasa kembali digelar ratusan sopir, baik sopir angkutan kota (angkot) maupun taksi konvensional. Pelataran Tugu Religi MTQ kembali menjadi titik konsentrasi aksi massa. Mereka mogok dan menggelar orasi di pelataran tugu. Protes terhadap kebijakan pemerintah yang pro taksi online disuarakan.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Kendari, Rahmat Buyung menyampaikan protes keras kepada pemerintah. Dalam orasinya, ia mengingatkan pemerintah terkait kewajiban mereka untuk melindungi angkutan umum. Kewajiban itu kata dia tertuang dalam pasal 197 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 22 tahun 2019 tentang lalu lintas angkutan jalan. “Jadi keseimbangan antara penyediaan dan permintaan angkutan umum. Artinya apa ? Taksi saja di sini sudah banyak yang parkir. Tidak dapat penumpang. Nah, untuk apa ditambah lagi dengan Grab itu? Kami tegaskan menolak kehadiran Grab di sini,” ujar Rahmat dalam orasinya, senin (18/12).

Usai menggelar demonstrasi di MTQ yang dikawal ketat aparat kepolisian, para sopir juga mendatangi kantor Gubernur Sultra. Namun jawaban atas pernyataan sikap mereka sudah ditegaskan oleh Pemprov Sultra melalui peraturan gubernur (Pergub).

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina menegaskan Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata sudah menandatangani Pergub tentang angkutan sewa khusus (ASK) wilayah Sultra. Peraturan itu bernomor 85 tahun 2017. “Sudah ditandatangani. Artinya tidak bisa kita larang (taksi online). Wajib kita keluarkan izinnya kalau ada yang membuat permohonan. 7 Desember lalu ditandatangani Pergubnya. Kalau izin aplikasinya kan sudah secara nasional dikeluarkan. Di sini hanya vendornya saja kita urus,” jelas Hado Hasina.

Daripada terus menolak kehadiran taksi online tersebut, para sopir taksi konvensional sudah disarankan pemerintah agar perusahaan taksi bekerja sama dengan aplikasi Grab. “Jadi mobilnya tetap, sopirnya tetap, yang beda hanya aplikasinya. Kalau ini kita sabar, saya yakin tidak ada yang rugi. Rezeki itu sudah ada yang atur,” tambah mantan Sekretaris Daerah Buton Utara ini. (ely/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778