Pariwara
HEADLINE NEWS

Surunuddin-Arsalim Bisa Dilantik pada 17 Februari 2016?

1-suara

Surunuddin-Arsalim

KENDARINEWS.COM,KENDARI – Ini kabar mengembirakan bagi para pasangan kepala daerah (Kada) terpilih yang telah clear di Mahkamah Konstitusi (MK), namun masih ada yang mempersoalkan ke rana hukum. Mendagri Tjahjo Kumolo menegaskan tetap bisa diproses untuk dilantik sebagai bupati dan wakil bupati. “Asas praduga tak bersalah harus dihargai, namun gugatan juga tetap bisa dilanjutkan. Kalau ada keputusan hukum dari pengadilan dan dinyatakan bersalah, maka bisa dicopot kepala daerah itu,” kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Kamis (10/2).

Sebagaimana diketahui, dari tujuh daerah di Sultra yang menggelar Pilkada, tinggal Kabupaten Muna yang masih berproses di MK. Meski begitu, dari enam pasangan kepala daerah yang sudah clear di MK, bupati dan wakil bupati Konsel terpilih, Surunuddin-Arsalim belum diusulkan ke Mendagri karena persyaratan administrasinya belum lengkap. Salah satunya,  gugatan pasangan Muhammad Endang-Nurfah Thalib dikabulkan di PT TUN Makassar, dan saat ini tengah berproses di Mahkamah Agung. Muhammad Endang-Nurfah Thalib adalah pasangan bupati dan wakil bupati Konsel peraih suara terbesar kedua. Terkait pengusulan Surunuddin-Arsalim, Karo Hukum Setprov Sultra, Ali Akbar mengaku tengah menunggu petunjuk resmi Kemendagri.

Untuk diketahui, jadwal pelantikan 269 kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2015 di seluruh Indonesia, dibagi dalam tiga jadwal pelantikan. Pertama, 7 gubernur terpilih dilantik 15 Februari 2016, dan 202 bupati/walikota terpilih akan dilantik pada 17 Februati 2016.

Pelantikan tahap kedua digelar pada bulan Maret. Jadwal ini dikhususkan bagi Pilkada yang memiliki sengketa di MK. Saat ini, ada delapan kasus Pilkada yang disidangkan di MK, dimana salah satunya Kabupaten Muna.

Pelantikan terakhir dijadwalkan pada bulan Juni. Jadwal ini dikhususkan bagi daerah yang memang masa jabatannya berakhir pada April, Mei, dan Juni 2016. “Kalau kepala daerah yang memang masa jabatannya belum habis, maka kepala daerah terpilih harus menunggu Juni mendatang,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Kamis (10/2/2016).

“Hal ini sesuai ketentuan UU, bahwa tidak boleh mengurangi masa jabatan kepala daerah satu hari pun,” tambah Tjajo. Makanya, Kemendagri memutuskan untuk menunggu kepala daerah berakhir masa jabatannya terlebih dahulu, baru mereka yang terpilih Pilkada, dilantik. (sawal lakawa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy