Pariwara
HEADLINE NEWS

Eropa Bakal Tolak Sawit Indonesia

Kelapa sawit. Foto: int

Kelapa sawit. Foto: int

KENDARINEWS.COM, PEKANBARU — Ancaman serius disampaikan sejumlah perusahaan multinasional yang berkaitan dengan kelapa sawit di Eropa.  Mereka tidak akan membeli minyak sawit dari Indonesia jika sumbernya terkontaminasi tiga hal, yakni deforestasi, perkebunan dilakukan di lahan gambut (berapa pun kedalamannya) dan eksploitasi manusia serta masyarakat.

‘’Jika ini benar terjadi, maka permintaan kelapa sawit dunia akan menurun dan harga kelapa sawit akan jatuh. Kasihan petani kecil,’’ tulis Sakti Hutabarat, pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Riau yang saat ini sedang memperdalam ilmu di Wageningen University, Netherlands (Belanda), mendalami bidang Sustainable Oil Palm at Smallscale Plantation.

Dihubungi via laman facebook-nya hari ini (Rabu (7/10),  Sakti mengatakan, dirinya baru saja mengikuti pertemuan dengan para pengambil keputusan dari beberapa perusahaan multinasional di Eropa, terkait kelapa sawit.

‘’Saya diminta menjelaskan isu ini berdasarkan hasil penelitian saya. Ternyata mereka punya informasi yang sangat lengkap tentang Indonesia,’’ kata Sakti Hutabarat.

[two_third]

Menurutnya, komitmen tidak akan membeli sawit dari Indonesia jika sumbernya terkontaminasi tiga hal tersebut, juga bakal dilakukan oleh Cina dan India. Namun Sakti belum bersedia merinci tentang informasi krusial ini.

‘’Meetingnya tidak resmi sih. Tapi, yang resminya Senin depan di Den Haag. Kalau bisa nanti saya share biar orang-orang mulai bersiap-siap menghadapi pasar sawit yang semakin beresiko,’’ kata Sakti Hutabarat.

Soal Asap, Perlu Enam Bulan

Terkait kondisi Riau yang kini telah jenuh oleh kabut-asap dan polusi, menurut Sakti, diperlukan lebih dari enam bulan untuk menormalkan kondisi di bumi Lancang Kuning ini. Itu pun jika sudah tidak ada api lagi.

Namun,  kata Sakti,beberapa partikel kimia tetap di udara dan di beberapa tempat di sekitar kita. Itu mempengaruhi manusia, hewan dan lingkungan, yang  tidak dapat diidentifikasi sekarang, tapi kita bisa merasakannya dalam waktu berikutnya. ’’Jadi, mulai sekarang kami sarankan kolega kami dari setiap disiplin untuk melakukan studi yang diperlukan, observasi, evaluasi dan analisis tentang masalah ini,’’ katanya.

‘’Saya harap Pemda Riau mengalokasikan dana yang cukup untuk mengamati, mempelajari, dan mengambil tindakan yang perlu untuk mengatasi asap dan dampak asap. Ini baru asap, belum lagi tsunami, nuklir, dan lain-lain. Jangan ditunggu lagi dari pusat,  warga Riau sudah terkena dampak, jangan biarkan mereka dan anak cucu mereka akan menderita lag,’’ kata Sakti Hutabarat.(zar)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778