Pariwara
Ekonomi & Bisnis

September, Kendari Alami Inflasi 0,61 Persen

Yusuf/KP__Kepala BPS, Adi Nugroho, saat menyampaikan kondisi ekonomi Kota Kendari, Kamis (1/10).

Yusuf/KP__Kepala BPS, Adi Nugroho, saat menyampaikan kondisi ekonomi Kota Kendari, Kamis (1/10).

KendariNews.com, Kendari — Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra merilis inflasi yang terjadi di Kota Kendari selama bulan September 2015, mencapai 0,61 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 118,00. Angka tersebut menunjukan jika kondisi ekonomi yang terjadi di ibu kota provinsi Sultra ini, cukup sehat tapi tidak bugar sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kepala BPS Sultra,  Adi Nugroho mengatakan, tingkat inflasi Kota Kendari berdasarkan tahun kalender (Januari-September 2015) tercatat 1,58 persen dan laju inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-September 2014 tercatat 7,21 persen. Sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) tercatat 6,86 persen dan laju laju inflasi year on year (September 2014 terhadap September 2013) tercatat sebesar 7,30 persen.

“Inflasi yang terjadi disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok sandang-sandang 1,92 persen, sedangkan pendidikan, rekreasi dan olahraga capai 1,73 persen. Bahan makanan 1,46 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,91 persen, kesehatan 0,29 persen serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen. Sementara kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tercatat deflasi 0,55 persen,” ungkapnya.

[two_third]

Adi Nugroho mengungkap, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah beras, terong panjang, bimbingan belajar, kacang panjang, cabai rawit, daging ayam ras, lapotop/notebook, sandal, ketimun serta kangkung. Sementara Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah sepeda motor, kemung/gembung, angkutan udara, bawal, teri, cakalang, bawang merah, mie kering instant, cumi-cumi serta jantung pisang.

“Dari sebelas kota di Sulawesi, semua kota tercatat Inflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Manado 0,62 persen (Provinsi Sulawesi Utara) dan Kota Kendari (Provinsi Sulawesi Tenggara) 0,61 persen dengan 121,26 dan IHK 118,00. Sedangkan Inflasi terendah di Kota Baubau (Provinsi Sulawesi Tenggara) 0,08 persen dengan IHK 124,87,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi beberapa faktor, yakni inflasi, neraca transaksi perdagangan, nilai tukar valuta asing, kemampuan produksi dan tingkat harga komoditas. Dari gambaran yang dicapai sampai Agustus, BPS melihat sesungguhnya kondisi ekonomi terlihat cukup terkendali, diperlihatkan sepanjang tahun akumulasi 1,58 persen.

“Sekalipun demikian, tidak dapat dipungkiri ekonomi kita secara nasional mendapat tekanan dari luar sehingga Sultra sebagai bagian nasional juga merasakan dampaknya. Hanya saja, karena volumenya kecil, yakni setengah persen dari volume ekonomi nasional, sehingga tidak begitu kita rasakan dampaknya,” tandasnya. (myu/b)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendari1/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778