Pariwara
Politik

Tindak Tegas Pelaku Politik Uang

Foto: int

Foto: int

KendariNews.com, Kendari Ketua Komisi I DPRD Sultra, LM Taufan Alam mengingatkan potensi munculnya pemilih siluman dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten. Pengalaman selama ini, menurutnya ada pasangan calon (Paslon) memanfaatkan kelalaian penyelenggara dalam melakukan verifikasi faktual untuk kepentingan diri. Makanya, sangat penting Komisi Pemilihan Umum (KPU) beserta jajarannya maksimal melakukan verifikasi lapangan.

Bukan hanya KPU, Politisi Demokrat ini juga minta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) melakukan pemantauan ketat. “Kami sudah minta agar KPU dan Panwas sinergi dalam melakukan verifikasi faktual data pemilih. Apapun yang dilakukan KPU harus diketahui Panwas, tidak boleh jalan sendiri,” ungkap mantan anggota DPRD Muna, kemarin.

[two_third]

Pemilih siluman dimaksud adalah orang yang mestinya tidak punya hak pilih, namun bisa ikut memilih. Situasi ini bisa terjadi di beberapa daerah yang belum lama ini melakukan penerimaan CPNS. Saat itu, karena kepentingan ikut tes, banyak orang mengurus surat keterangan domisili atau KTP di kabupaten tersebut. Khawatirnya, jangan sampai saat Pilkada nanti, mereka yang sudah memiliki identitas tersebut dimanfaatkan salah satu calon.

“Identifikasi kami ada beberapa daerah terjadi seperti itu,” jelasnya. Bukan hanya itu, masih ada lagi dugaan pemilih fiktif. Yakni punya nama dalam daftar pemilih, tapi sebenarnya tidak ada orangnya. Sebabnya bisa karena orang tersebut sudah pindah domisili, meninggal dan faktor lainnya. Pemilih seperti ini rentan dimanfaatkan Paslon, apalagi kalau penyelenggara ikut bermain.

“Dugaan kami sementara, masih banyak pemilih fiktif di lapangan. Kami berharap KPU bisa menuntaskannya,” katanya. Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu membenarkan hingga saat ini pihaknya masih menemukan kejanggalan dalam data pemilih sementara (DPS). Terutama data pemilih di Sidali (sitem data pemilih) KPU, Bawaslu masih menemukan ada orang sudah meninggal masih tercantum namanya. Begitu juga yang sudah pindah tempat, masih tetap dimasukkan.

“Masih ada sekira 1000 lebih pemilih bermasalah (fiktif) di tujuh daerah Pilkada. Kami berharap KPU bisa menuntaskan sebelum DPT ditetapkan,” ujar Akademisi UHO non aktif ini. (c/ing)

[/two_third]

[one_third_last][ads1][/one_third_last]


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendari1/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778