Pariwara
HEADLINE NEWS

Istri Muda Gatot Beberkan Keterkaitan antara PTUN, Korupsi Bansos dan NasDem

KENDARINEWS.COM, JAKARTA — Keterkaitan antara suap hakim PTUN Medan, dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprov Sumatera Utara dan pertemuan di kantor DPP Partai NasDem mulai terang. Adalah Evy Susanti, istri muda Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang membeberkan keterkaitan itu.

5d9766b1-bbd9-4615-89ee-1629a4fafc46_169

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho bersama istri mudanya Evy Susanti

Menurut Evy, gugatan yang berujung pada pemberian suap ke hakim PTUN Medan merupakan upaya untuk meredam langkah Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi dana bansos. Begitupun dengan pertemuan di kantor DPP NasDem.

Semua itu tertuang dalam berita acara

pemeriksaan (BAP) nomor 21 terhadap Evy Susanti. BAP tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada KPK dalam persidangan untuk terdakwa kasus suap hakim PTUN Medan, Otto Cornelis Kaligis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9).

Dalam BAP disebutkan bahwa Evy ditanya penyidik KPK mengenai apa yang diketahuinya soal gugatan ke PTUN Medan. “Jawaban Saudara, sepengetahuan saya OCK (OC Kaligis) melakukan gugatan PTUN permasalahaan surat panggilan Kejagung untuk Ahmad Fuad Lubis dan Plt Sekda. Pada surat panggilan tersebut sudah mencantumkan nama Gatot sebagai tersangka,” ujar Jaksa membacakan jawaban Evy di BAP.

Masih berdasarkan BAP, Evy mengungkapkan bahwa ada isu langkah Kejagung mengusut kasus dana bansos ada kaitannya dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi. Pasalnya, ketika itu hubungan Gatot dan wakilnya memang sedang renggang.

Karena isu tersebut Gatot dan Evy meminta tolong kepada OC Kaligis untuk mendamaikan dengan Tengku Erry. Pasalnya, Kaligis dan Erry sama-sama petinggi Partai NasDem. “Saya dan Gatot menyampaikan ke OCK agar mengislahkan Gatot dan wakilnya yang dari NasDem. Islah terjadi bulan Mei 2015 di kantor NasDem Gondangdia,” ucap Evy sebagaimana tertuang di BAP yang dibacakan oleh Jaksa KPK.

Evy yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan ini membenarkan apa yang dibacakan Jaksa. Namun dia mengaku tidak tahu menahu soal gugatan PTUN.

Jaksa kemudian membacakan lanjutan dari BAP Evy tersebut. Kepada penyidik KPK, perempuan berjilbab itu mengatakan bahwa gugatan PTUN sepenuhnya kemauan OC Kaligis. Dirinya dan Gatot tidak setuju dengan langkah itu dengan alasan sudah ada perjanjian islah di kantor DPP NasDem.

“Walau islah harus tetap melaksanakan PTUN, saya menolak,” ujar Evy dalam BAP. Seperti diketahui, pertemuan di kantor DPP NasDem antara Gatot, Erry dan sejumlah petinggi partai anyar itu kini tengah didalami oleh KPK. Pekan lalu, Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella sudah diperiksa penyidik komisi antirasuah terkait hal ini.

Dugaan mencuat bahwa dalam pertemuan itu Gatot meminta bantuan NasDem untuk “mengamankan” kasus bansos yang ditangani Kejagung. Mengingat, Jaksa Agung HM Prasetyo adalah kader partai yang dipimpin Surya Paloh tersebut. (dil/jpnn)


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendari1/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778