Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Stok Daging Sapi di Sultra Aman

Suwarjono/KP__Para penjual daging sapi di Kota Kendari tetap melakukan rutinitasnya sebagai penjaja daging di Pasar Tradisional Mandonga, Senin (10/8).

Suwarjono/KP__Para penjual daging sapi di Kota Kendari tetap melakukan rutinitasnya sebagai penjaja daging di Pasar Tradisional Mandonga, Senin (10/8).

Kendari — Meskipun terjadi kelangkaan stok daging sapi dan harganya yang terus melambung pada sejumlah daerah di tanah air, namun warga Sultra dijamin tidak akan mengalami hal itu. Pasalnya, produksi daging sapi lokal sangat cukup memenuhi kebutuhan daging sapi selama setahun sehingga harganya pun relatif normal di pasaran.

“Gejolak kelangkaan daging sapi di Jawa sangat sulit menular di Sultra. Stok sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun sentra peternakan relatif masih normal. Makanya, penyembelihan di RTH berjalan seperti hari biasanya. Dalam beberapa hari terakhir ini, jumlah pemotongan hewan di RTH antara 20-25 ekor sapi,” ungkap beber Ir Murgianto, Kabid Produksi Peternakan Distannak Sultra di ruang kerjanya kemarin.

Bila merujuk pada produksi daging sapi setiap tahunnya tambah mantan Kepala UPTD Laboratorium Hewan ini, maka permintaan akan kebutuhan daging tercukupi. Untuk keperluan daging sapi sehari, RTH hanya memotong sekitar 20-an sapi. Itupun hanya di Kendari, sementara di daerah berkisar antara 4 s.d 6 sapi. Jika dibandingkan dengan produksi sapi lokal yang mencapai 56 ribu ekor pertahun maka sangat tercukupi.

“Stok sapi di RTH Kendari berkisar antara 40 s.d 50 ekor. Dengan stok yang ada, kemungkinan kecil harga daging meningkat. Makanya, harga daging terus mengalami penurunan usai Ramadhan dan Idul Fitri kemarin. Bila sebelumnya, harga daging perkilogram mencapai Rp 130 ribu, kini sudah turun menjadi Rp 90 ribu,” jelasnya.

Hingga kini tambah mantan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, pemerintah belum melihat adanya indikasi kelangkaan daging. Dari hasil monitoring dan evaluasi, provinsi belum menemukan hal itu. Bahkan pemerintah kabupaten/kota melaporkan adanya indikasi tersebut. Namun demikian, potensi yang bisa menyebabkan adanya kelangkaan terus diantisipasi. Misalnya, adanya wabah penyebaran penyakit atau aksi spekulan yang sengaja menaikan harga daging.

“Saat ini, pemerintah intens melakukan pemantauan di RPH, pasar maupun sentra produksi daging daerah. Paling tidak, pemerintah bisa mengambil gambaran adanya potensi dan langkah antisipasi. Bila ada daerah yang mengalami kelangkaan daging, maka akan segera disuplai daerah yang menjadi sentra produksi sapi. Di Sultra, produksi sapi di sejumlah daerah cukup merata,” jelasnya. (mal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy