Nasional

Setnov Kedapatan Pelesiran, Pengelolaan Lapas Makin Buruk

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen PAS Kemenkumham) untuk memperbaiki tata kelola lembaga permasyarakatan (lapas). Hal ini menyusul kabar terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto yang kedapatan pelesiran di daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (14/6). Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ditjen PAS terkait rencana perbaikan tata kelola lapas. Dalam proses koordinasi tersebut, Ditjen PAS sempat mengutarakan wacana untuk menempatkan terpidana korupsi di Lapas Nusakambangan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Namun, hal tersebut hingga saat ini tak kunjung terealisasi. Untuk itu, Febri mengingatkan agar Ditjen PAS tetap berupaya menjalankan rencana aksi tersebut. “Atau setidaknya tahapan menuju ke sana perlu disampaikan ke publik agar masyarakat memahami bahwa upaya perbaikan sedang dilakukan,” ujar Febri di Jakarta, Senin (17/6). Febri khawatir dengan sering terjadinya hal ini, kepercayaan publik terhadap lapas jadi menurun. Apalagi, ini bukan kali pertama eks Ketua DPR itu terpergok pelesiran ke luar lapas. Akhir April 2019 lalu, Setnov juga pernah kedapatan mengunjungi salah satu restoran di RSPAD Gatot Subroto.

Bahkan, berdasarkan inspeksi mendadak yang dilakukan salah satu program acara televisi, Setnov diduga menjadi salah satu narapidana yang mendekam di sel mewah Lapas Sukamiskin. “Jika masyarakat masih menemukan adanya narapidana yang berada di luar, hal tersebut akan menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, khususnya penyelenggaraan lapas,” sambungnya.

Akibat perbuatannya, Setnov saat ini diketahui dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur yang terkenal dengan tingkat pengamanan maksimum. Ia pun dikabarkan mendekam di sel isolasi. KPK pun menghargai keputusan Ditjen PAS tersebut. Kendati demikian, Febri kembali mengingatkan Ditjen PAS untuk serius membenahi pengelolaan lapas. Agar, peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

“Namun memang dengan berulangnya publik melihat ada narapidana yang berada di luar Lapas, hal tersebut tentu akan beresiko bagi kredibilitas Kementerian Hukum dan HAM, khususnya Ditjenpas yang memiliki kewenangan sekaligus tanggungjawab agar Lapas dikelola dengan baik,” pungkasnya. Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Liberti Sitinjak menyesali peristiwa ini.

Ia mengakui kecolongan sehingga Setnov bisa berkeliaran bebas di luar lapas. Sebagai penyesalan, dirinya menyampaikan permintaan terbuka kepada masyarakat. “Atas nama pimpinan wilayah Kanwil Kemenkumham Jabar yang menaungi Lapas Sukamiskin, saya mohon maaf pada publik dan pada para penegak hukum lainnya atas kejadian ini,” kata Liberti.

Liberti menjelaskan, pihak Lapas Sukamiskin mengeluarkan izin Setnov untuk keluar lapas berdasarkan rekomendasi dokter. Rekomendasi tersebut berisi imbauan agar Setnov menjalani perawatan di RS Santosa Bandung. Liberti pun mengaku sempat menjenguk Setnov di rumah sakit. Saat itu, ia melihat Setnov tengah terbaring. Selang infus juga terlihat melekat di tangannya. Usai menjalani perawatan, Setnov kembali ke Lapas Sukamiskin.

Ia menyebut Setnov diduga keluyuran ke tempat tidak seharusnya usai menjalani perawatan. Liberti menyatakan, ini merupakan kelalaian petugasnya yang mendampingi Setnov selama perawatan.”Sebagai tindak lanjut, petugas pengawal tersebut kami periksa dan kami tarik ke Kanwil Kemenkumham Jabar. Akan ditindak sesuai prosedur hukum. Minggu depan sudah bisa diketahui hasil pemeriksaannya seperti apa,” imbuhnya. (riz)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy