Kolaka

Peserta Asal Kolaka di STQ Nasional Minim, Kinerja Wabup dan Kesra Dipertanyakan

KENDARIPOS.CO.ID — Provinsi Sultra akan turut berkompetisi pada lomba STQ Nasional XXV yang digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, 27 Juni-6 Juli 2019. Dari 20 peserta yang diutus Provinsi Sultra untuk berlaga di kompetisi tersebut, tercatat hanya satu peserta yang berasal dari Kabupaten Kolaka yaitu Ahmad Fiqih Assiddiq. Dia akan bertarung pada cabang lomba hafalan 500 hadis tanpa sanad.

Minimnya putra dan putri asal Bumi Mekongga dalam kontingen Sultra di event nasional, maka Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Hasbi Mustafa mempertanyakan kinerja Bagian Kesra dan Wakil Bupati Kolaka sebagai Ketua LPTQ Kolaka. “Kami menyayangkan hanya satu orang asal Kolaka yang mewakili Sultra di pentas nasional. Padahal Kabupaten Kolaka ini adalah salah satu daerah lumbung hafiz Alqurab di Sultra. Di mana peran Bagian Kesra dan Wakil Bupati Kolaka sebagai Ketua LPTQ Kolaka,” kesal Hasbi saat ditemui, Selasa (25/6).

Legislator asal Partai Hanura ini juga menyayangkan adanya santri asal Kabupaten Kolaka yang mengikuti ajang itu namun tercacat mewakili daerah lain. Menurut Hasbi, seharusnya Bagian Kesra Kolaka berkoordinasi dengan LPTQ Kolaka dalam hal pembinaan dan seleksi peserta lomba. Sehingga, kata Hasbi, para santri yang dibina itu dapat mewakili dan mengharumkan nama Kabupaten Kolaka di level provinsi, nasional, maupun internasional.

“Santri-santri yang berkualitas itu Kolaka yang cetak tapi mengapa memilih mengharumkan nama daerah lain. Berarti ini ada yang salah. Olehnya itu, Bagian Kesra harus meningkatkan koordinasinya dengan Wakil Bupati Kolaka yang juga sebagai Ketua LPTQ Kolaka. Dan Wakil Bupati Kolaka juga harus tegas. Jangan biarkan ini terus terjadi,” pinta Hasbi.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kolaka, Hj Andi Wahidah mengakui 70 persen peserta asal Sultra yang bertarung di STQ Nasional di Pontianak adalah santri yang menimba ilmu di pondok tahfiz yang ada di Bumi Mekongga. Hanya sebagian besar santri tercatat mewakili daerah lain setelah digelarnya seleksi tingkat provinsi yang digelar di Kota Kendari beberapa waktu lalu. “Santri Kolaka mewakili kabupaten dan kota lain itu biasa memang terjadi. Sebab dalam seleksi tingkat kabupaten, yang juara I itu mewakili Kolaka dan juara di bawahnya itu diberi kesempatan untuk mewakili kabupaten atau kota lain di Sultra. Nah, pada seleksi tingkat provinsi mereka bersaing. Disitulah biasa terjadi kesalahan karena berbagai hal,” jelas Hj Andi Wahidah.

Mantan Sekretaris BKD Kolaka ini mengatakan, sebenarnya ada kesepakatan antar seluruh LPTQ di daerah, bahwa dalam ajang STQ maupun MTQ, peserta tidak boleh direkrut kabupaten atau kota lain tanpa seizin dan rekomendasi dari LPTQ daerah asal. “Untuk STQ tahun ini belum ada izin dan rekomendasi dari LPTQ Kolaka. Adapun kabupaten atau kota lain yang merekrut santri asal Kolaka itu hanya meminta izin melalui pembina pondok tahfiz masing-masing santri yang direkrut tersebut,” tutur Andi Wahidah. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy