Nasional

Kloter Pertama Jamaah Haji Diagendakan Berangkat 5 Juli

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana perjalanan haji (RPH) 2019 yang telah ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag) berpotensi direvisi. Sebab, saat ini tersiar informasi bahwa awal pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) dimajukan beberapa hari dari jadwal semula. Dalam RPH 2019 yang ditetapkan awal November 2018, CJH kloter pertama mulai masuk asrama haji pada 6 Juli. Kemudian bertolak menuju Madinah pada 7 Juli atau keesokan harinya. Nah, kini beredar rencana pemberangkatan kloter pertama dimajukan menjadi 5 Juli.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, hingga saat ini belum ada keputusan terkait wacana perubahan jadwal itu. “Sedang kami kaji dan dalami hal tersebut,” ujarnya, kemarin. Lukman menerangkan, wacana perubahan jadwal tersebut merupakan implikasi dari penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu kursi. Dengan begitu, jumlah kloter ikut bertambah. Akibat penambahan kloter itu, slot penerbangan pun bertambah.

Dengan penambahan kuota 10 ribu kursi, diperkirakan ada tambahan sekitar 25 kloter. Dampak lainnya, dibutuhkan tambahan petugas haji kloter sebanyak 125 orang. Sebab, di setiap kloter terdapat lima petugas haji. Di antaranya, dari unsur tenaga kesehatan. Terkait adanya tambahan kuota itu pula, Kemenag membuka masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sampai tahap keempat. Rencananya, pelunasan BPIH tahap keempat dibuka mulai pekan ini. Pelunasan BPIH tahap keempat dibuka karena masih ada sisa kuota sebanyak 575 kursi. Namun, Kemenag membuka kesempatan pelunasan bagi 1.285 orang CJH. Sebab, sebanyak 710 orang di antaranya adalah kuota cadangan.

Sementara itu, perekaman biometrik memang tidak menjadi syarat pengajuan visa haji. Meski demikian, Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag Nasrullah Jasam mengungkapkan bahwa tingkat perekaman biometrik tetap tinggi. Menurut Nasrullah, saat diputuskan tidak lagi menjadi syarat pengajuan visa haji, jumlah calon jamaah haji (CJH) yang merekam biometrik sudah tinggi. “Awalnya perekaman biometrik diwajibkan sebagai syarat visa. Tetapi, setelah 80 persen sudah biometrik, pemerintah Saudi tidak mewajibkan,” katanya kemarin.

Meski perekaman biometrik tidak lagi menjadi syarat pengajuan visa, kata Nasrullah, masih ada CJH yang menjalaninya. Jumlahnya diperkirakan mencapai 85 persen CJH atau setara dengan sekitar 187 ribu orang. Bagi CJH yang belum menjalani perekaman biometrik, akan ada layanan tersebut saat berada di asrama haji. Perekaman di asrama haji dilakukan langsung oleh petugas dari pemerintah Arab Saudi bersama mitranya di Indonesia.

Dia menjelaskan, saat ini ada lebih dari 65 ribu paspor yang masuk ke kantor Kemenag pusat. Data dari paspor-paspor itu nanti dikirim ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah. Oleh KUH di Jeddah, data tersebut digunakan untuk mengisi pemaketan layanan haji yang disiapkan Kementerian Luar Negeri Saudi. Paket layanan haji meliputi akomodasi, transportasi, dan katering. Hingga periode 13 Juni, masih ada 12 provinsi yang sama sekali belum mengirimkan paspor CJH ke Kemenag pusat. Yakni, Aceh, Sumatera Utara, NTT, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara. Kemudian, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Papua Barat, serta Kalimantan Utara.

Sementara itu, pekan depan Kemenag berencana membuka pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahap keempat. Pelunasan tersebut dibuka untuk mengisi sisa kuota sebanyak 575 kursi. Namun, Kemenag memberikan kesempatan kepada 1.285 orang CJH untuk melunasi BPIH tahap keempat. Sebab, 710 orang di antaranya adalah kuota cadangan. Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kemenag Mukhammad Khanif menuturkan, yang pasti memiliki kuota adalah 575 CJH. Sementara itu, kuota cadangan bisa berangkat jika ada kuota tetap yang tidak terisi. “Bisa karena tidak melunasi atau ada pembatalan,” tandasnya. (wan/ful)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy