Banjir Tiga Kabupaten di Sultra, Pengungsi Tembus 9.854 Orang – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Banjir Tiga Kabupaten di Sultra, Pengungsi Tembus 9.854 Orang

KENDARIPOS.CO.ID — Banjir masih menyisakan duka. Saat ini, ada 9.854 orang terpaksa tinggal di pengungsian. Paling banyak di Konawe Utara (Konut) sebanyak 5.699 orang dan di Konawe 4.095 jiwa. Sisanya, pengungsi yang ada di Konawe Selatan (Konsel). Jumlahnya masih berpotensi bertambah. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing daerah masih lakukan evakuasi. Komandan Posko Penangan Darurat Bencana Banjir Konut, Ruksamin menjelaskan, bertambahnya jumlah pengungsi karena hujan masih terus mengguyur wilayah Konut. Sehingga, banyak rumah warga kembali terendam banjir. “Ada 42 desa terendam banjir. Tersebar di enam kecamatan. Makanya, jumlah pengungsi bertambah juga. Kini jumlahnya mencapai 5.699 orang,” ungkap Ruksamin, kemarin.

Dari jumlah desa terdampak banjir, lanjut dia, menimbulkan banyak kerusakan. Seperti sawah seluas 970 hektar, Kebun Jagung 83 hektar, serta tambak seluas 420 hektar. “Semuanya dipastikan gagal panen,” ujarnya. Selain itu, sebanyak 185 unit rumah rusak (hanyut) dan 1.235 Unit rumah terendam. Tidak hanya itu, kata Ruksamain, 5 bangunan tempat ibadah (masjid) juga tak luput dari luapan sungai besar di Konut itu.
“Sekolah juga ikut terendam. SD ada 5 dan SMP ada 3 yang terdampat banjir,” bebernya.

Melihat kondisi itu, pihaknya semakin intens menyalurkan bantuan di beberapa posko pengungsian. Paling banyak di Laimbua, Puanggudu, Asera dan beberapa posko kecil yang tersebar di wilayah Konut. “Semua pihak bahu membahu mengurus persoalan banjir ini. Mulai pemda, TNI/Polri, BPBD, Tagana, PMI, Dinkes dan Tenaga Relawan. Adapun untuk mobilisasi bantuan, kami didukung puluhan truck TNI, Mobil Pick Up, Sampan Mesin (katinting) dan 1 buah helikopter,” terangnya.

Dampak banjir juga terjadi di Kabupaten Konawe. Jumlah pengungsi mencapai 1.365 kepala keluarga (KK) atau 4.095 jiwa. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Konawe, Ameruddin. Dia menjelaskan, saat ini sudah tiga korban jiwa akibat tenggelam. “Jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah. Karena proses evakuasi terus berlangsung. Ada 35 titik pengungsian,” kata Ameruddin.

Dia menambahkan, rumah tergenang dan terdampak banjir sebanyak 3.252 KK atau 9.756 jiwa. Korban banjir saat ini sangat membutuhkan bantuan, berupa makanan dan pakaian. “Pengungsi butuh perhatian. Bantuan semua pihak sangat dibutuhkan,” jelasnya. Saat ini, titik pengungsian paling banyak di rujab bupati Konawe. Di sana juga sudah ada layanan kesehatan yang disediakan Dinas Kesehatan.

Dampak banjir juga terjadi di Kabupaten Konawe. Jumlah pengungsi mencapai 1.365 kepala keluarga (KK) atau 4.095 jiwa. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Konawe, Ameruddin. Dia menjelaskan, saat ini sudah tiga korban jiwa akibat tenggelam. “Jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah. Karena proses evakuasi terus berlangsung. Ada 35 titik pengungsian,” kata Ameruddin.

Dia menambahkan, rumah tergenang dan terdampak banjir sebanyak 3.252 KK atau 9.756 jiwa. Korban banjir saat ini sangat membutuhkan bantuan, berupa makanan dan pakaian. “Pengungsi butuh perhatian. Bantuan semua pihak sangat dibutuhkan,” jelasnya. Saat ini, titik pengungsian paling banyak di rujab bupati Konawe. Di sana juga sudah ada layanan kesehatan yang disediakan Dinas Kesehatan.

Sementara itu di Konawe Selatan (Konsel), ada 14 kecamatan dan 45 desa dilanda banjir. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 427 rumah terkena dampak. Sementara 23 KK di antaranya sudah mengungsi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konsel, Adiwarsyah menjelaskan, 14 kecamatan itu yakni, Kecamatan Kolono, Konda, Laeya, Lalembu, Baito, Tinanggea, Palangga Selatan, Sabulakoa, Buke, Lainea, Andoolo, Palangga, Basala dan Ranomeeto Barat. “Jumlahnya sekitar 45 Desa secara keseluruhan. Namun yang terparah ada di Kecamatan Ranomeeto Barat. Terutama di tiga desa yakni Laikandonga, Tunduno dan Boro-boro. Hal ini diakibatkan meluapnya sungai Konaweeha sehingga mengakibatkan akses jalan terputus,” jelasnya. Untuk sementara pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan, khusunya terhadap 23 KK yang sudah mengungsikan diri.

“Kami telah salurkan bantuan logistik berupa sembako kepada 53 KK. Selain itu beberapa bantuan lainnya juga diserahkan Pemda bekerja sama Dinas Sosial Konsel,” ungkapnya. Untuk saat ini, pihaknya masih siaga satu dibeberapa titik, seperti di Desa Laikandonga yang frekuensi air sungai Konaweeha masih meluap. “Kita juga bekerja sama dengan TNI-Polri dan Dinas kesehatan untuk melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan di Dusun 3 Desa Laikandonga,” ucapnya. Bencana banjir yang melanda Ranomeeto Barat mengakibatkan puluhan warga diserang penyakit. Diantaranya Ispa, gatal-gatal, demam dan penyakit kulit.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Laemuru Dadang Saputra . Puskesmas Lameuru mencatat ada sekira 65 warga di tiga Desa Kecamatan Ranomeeto Barat yang mengalami gangguan kesehatan akibat bencana banjir tersebut. “Dampak musibah banjir di desa Laikandonga, jumlah warga yang sakit sekitar 15 orang. Sementara di desa Tunduno berjumlah 31 orang. Kemudian di Desa Boro- boro Lameuru berjumlah 19 orang. Jadi total sementara sekira 65 orang,” imbuhnya. (b/min/ags/kam/hel/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top