Nasional

Utang Pemerintah Naik Rp 4.528 Triliun, Menkeu: Masih Aman

Untuk penerimaan perpajakan, kata dia, mencapai Rp436,4 triliun atau 24,4% dari target. Angka ini lebih rendah dibandingkan penerimaan tahun lalu yang hanya tumbuh sebesar 25,8 persen. “Jadi kami lihat pajak mengalami pelemahan dari penerimannya,” ujar Sri.
Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Faisal Basri menyoroti terkait membesanya utang Indonesia di pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak boleh diabaikan.

“Selama kurun waktu 2014-2018, utang pemerintah pusat naik 69 persen, dari Rp2.605 triliun menjadi Rp4.416 triliun. Peningkatan itu lebih tinggi ketimbang periode 2010-2014 sebesar 55 persen,” kata Faisal, seperti dikutip dari situs resminya. Namun menurut Faisal, yang mesti menjadi perhatian pemerintah adalah seberapa besar potensi kemampuan pemerintah untuk melunasi utang tersebut. Menurtnya, kemampuan membayar utang diukur dengan produk domestik bruto (PDB). Artinya jika PDB meningkat, maka kemampuan pemerintah menarik pajak juga naik.

“Pajak itulah yang pada gilirannya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang,” ujar Faisal. Lanjut Faisal, rasio utang pemerintah masih sangat rendah alias tak mencapai 30 persen. “Bandingkan dengan Jepang yang nisbah utangnya 250 persen PDB, tertinggi di dunia. Bandingkan juga dengan Amerika Serikat yang nisbah utangnya 105 persen PDB,” pungkasnya. (din/fin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy