Nasional

Tak Bentuk TPF, Pemerintah Digugat

Jendral (Purn) Moeldoko

KENDARIPOS.CO.ID — Desakan publik terhadap langkah pemerintah untuk segera membentuk tim pencari fakta (TPF) atas meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 17 April 2019 lalu, mentah. Pemerintah beralasan, dari data Kementerian Kesehatan menunjukan, kematian para petugas itu sebagian besar karena jantung, stroke.

Sikap pemerintah ini menuai reaksi dari organisasi sosial kemanusiaan MER-C. Mereka akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atau Mahkamah Internasional (ICJ) termasuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) apabila abai terhadap penanganan kasus meninggalnya petugas KPPS.

“Penyebab kematiannya bisa dibuktikan. Bukan karena diracun, kata Kepala Staf Presiden (KSP) Jendral (Purn) Moeldoko usai rapat dengan dengan sejumlah menteri dan pihak terkait di Gedung Bina Graha, Jakarta, kemarin (15/5). Moeldoko juga menyayangkan sejumlah pihak yang menyebut banyak petugas KPPS meninggal tidak wajar karena diracun. Kepala Staf Presiden itu menilai pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang sesat. “Itu sesat dan ngawur, tidak menghormati keluarga korban,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy