Perusahaan Tambang di Kabaena Banyak yang “Bandel” – Kendari Pos
Bombana

Perusahaan Tambang di Kabaena Banyak yang “Bandel”

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Distransnaker) Kabupaten Bombana dibuat kesal dengan ulah perusahaan tambang di Pulau Kabaena. Perusahaan enggan melaporkan data tenaga kerjanya kepada dinas yang dipimpin H Muh. Darwis itu. Padahal menurut Kepala Distransnaker, Darwis lembaga sudah berulang kali bersurat namun tak pernah digubris.

Ilustrasi tambang nikel

Kewajiban tiap-tiap perusahaan untuk melaporkan tenaga kerjanya di Distransnaker sesuai Undang-undang nomor 7 tahun 1981 tentang wajib lapor ketenagakerjaan. Namun faktanya, pihak perusahaan tidak taat. “Undang-undangnya jelas, mereka memang yang bandel tidak mau patuhi aturan. Padahal mereka wajib melaporkan tenaga kerjanya per triwulan,” ujar Darwis, Senin (6/5/2019).

Darwis menyebut surat yang dilayangkannya hanya direspons PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) dan PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM). Dua perusahaan itu aktif melaporkan data tenaga kerjanya. Padahal banyak perusahaan yang beroperasi di Pulau Kabaena. “Ada PT Tonia Mitra Sejahtra, PT Rohul Energy Indonesia, PT Timah Exploming, PT Trias Jaya Agung, PT Tambang Bumi Sulawesi, PT Tekonindo. Dan masih ada lagi, mereka semua tidak pernah melapor ke kami, kita sudah menyurat tapi tidak digubris,” tegas Darwis.

Terkait pelaporan tenaga kerja ini, lanjut dia, pihak Distransnaker sejak Januari 2019 telah melayangkan surat kesemua perusahaan yang beroperasi diwilayah Kabupaten Bombana agar melaporkan tenaga kerjanya. “Mulai Januari kita sudah menyurat kesemua perusahaan. Minimal setiap pertriwulan, ataukah setiap saat ada kejadian, artinya tidak menunggu lagi tiga bulan, mohon dilaporkan ke Distransnaker, untuk kita koordinasi kepihak terkait,” tutur Darwis. (kmr/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top