Kolom

People Power, Oleh: La Ode Diada Nebansi

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

KENDARIPOS.CO.ID — Anak milenial bertanya. Kenapa kata “People Power” itu ditakuti? Saya jawab: ditakuti karena memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Misalnya, Ferdinand Marcos, mantan Presiden Filipina, tumbang karena People Power. Misalnya lagi, Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun, lengser karena desakan People Power. Misalnya lagi, Raja Iran, Syah Reza Pahlevi tumbang karena gerakan rakyat alias People Power. Itulah sebabnya, kata People Power terasa sedap-sedap ngeri. Mendebarkan.

Sekarang, gerakan People Power kembali disuarakan. Info viralnya, People Power akan berlangsung di ibukota, Jakarta, besok, 22 Mei 2019. Ya, kita akan lihat nanti. Apakah info itu, betul-betul terlaksana, atau, hoax. Mereka yang anti People Power mempertanyakan, apa alasan kalian hingga ingin menggelar aksi itu. Kalaulah alasannya menyangkut kecurangan dari hasil pemilihan presiden, bukankah sudah ada lembaga resmi sebagai saluran aspirasinya? Ada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan salurkanlah ke sana. Juga, tunggulah hasil pengumuman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika hasilnya tak memuaskan maka gugatlah di Mahkamakah Konstitusi (MK). Saluran hukumnya, seperti itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy