Buka Puasa dengan Wartawan, PT Vale Beber Siap Bangun Smelter di Pomalaa dan Morowali – Kendari Pos
Metro Kendari

Buka Puasa dengan Wartawan, PT Vale Beber Siap Bangun Smelter di Pomalaa dan Morowali

KENDARIPOS.CO.ID — PT Vale Tbk menggelar acara buka puasa bersama dengan wartawan di Kota Kendari, Sabtu (18/5/2019. Dalam kesempatan tersebut, Senior Managers Of Communications PT Vale, Bayu Aji menuturkan acara ini merupakan bentuk silaturahmi dengan insan pers yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra). “Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang telah hadir. Semoga dengan acara buka puasa bersama ini hubungan kian erat,”ujar Bayu.

Senior Manager Communications PT Vale, Bayu Aji (ketujuh dari kiri) bersama jajarannya menyempatkan foto bersama wartawan di Kota Kendari usai acara silaturahmi dan buka bersama. Sabtu (18/5).

Menurut Bayu, saat ini PT Vale rencana membangun pabrik pemurnian nikel (smelter) di Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Bahkan pabrik juga telah dirancang berdiri di Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. “Khusus di Pomalaa, kita upayakan 2019 ini pembangunan mulai berlangsung. Makanya kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman media,” sambungnya.

Bayu membeberkan proses pembangunan dua smelter tersebut menelan anggaran hingga Rp30 triliun. Nah untuk di Pomalaa PT Vale akan bekerjasama dengan perusahaan Jepang, sementara di Morowali dengan investor dari China. “Jika ini telah beroperasi kita akan merekrut ribuan tenaga kerja,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, negoisasi dengan partner asal Jepang dan China harus dilakukan sebab untuk membangun smelter membutuhkan modal hingga puluhan triliun rupiah. “Intinya kita siap membangun smelter tahun ini,” jelasnya.

Pria lulusan Institut Telnologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, luas lahan yang bakal di eksploitasi mencapai 2.000 hektare. Sedangkan bahan baku nikel (ore) yang digunakan juga bersumber dari lahan sendiri. “Sejauh ini kami masih dalam pengurusan izin, jadi ore kita tidak keluarkan dulu. Nanti kalau sudah dapat izin dan pabrik sudah dibangun baru kita bisa gunakan,” bebernya.

Kemudian, bentuk pabrik yang bakal dibangun di Sultra nantinya akan berbeda dengan pabrik PT Vale yang berada di Soroako Sulawesi Selatan (Sulsel). Dimana pabrik yang berada di Soroako menggunakan Electric Arc Furnance (EAF), yaitu tungku yang dibakar pakai listrik, sedangkan yang di Sultra menggunakan alat teknologi lain.

Hal itu dikarenakan, lanjut dia, karakteristik dan kandungan ore yang berada di Sulteng, Sultra dan Sulsel berbeda. “Di Sulsel kita bisa gunakan Elctric Arc Furnance, kalo di Sulteng dan Sultra kita butuh pemrosesan yang lebih.” tutupnya.

Untuk diketahui, luas area konsesi awal PT Vale Indonesia sebesar 218.528 hektare yang terbagi 118.387 hektare di Sorowako (Sulawesi Selatan), 63.506 hektare di Pomalaa (Sulawesi Tenggara), dan 36.635 hektare di Bahodopi (Sulawesi Tengah). (imn/ryl)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top