Pariwara
Muna

Berkunjung ke Muna, Menteri Amran Janji Sumbang Bibit Jagung, Ayam dan Kambing Metawa

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna. Pejabat RI-38 itu merasa pulang kampung sebab masa mudanya pernah dilalui di Muna. Buah tangan berupa bantuan bibit jagung pun digelontorkan ke otorita Bupati LM. Rusman Emba. Menteri Amran datang menggunakan helikopter dan langsung tatap muka dengan stakeholder pertanian.

JAGUNG : Bupati Muna, LM RUsman Emba (kanan) menyambut kedatangan Menteri Petanian Amran Sulaiman (kiri) dalam rangka kunjungan kerja di Kabupaten Muna, Selasa (28/5). Dalam kesempatan itu, Menteri Amran berjanji akan menyumbang bibit jagung 10 ribu hektare untuk menambah luasan tanam saat ini yang baru 2.450 hektare.

Menurutnya, Muna belum banyak berubah. Pun soal pertaniannya kadang naik, tidak jarang pula meredup. Baru di akhir-akhir ini ia merasa Muna mulai bergeliat dengan komoditi jagungnya. “Sebelumnya kita ketergantungan 3,5 juta ton jagung impor. Alhamdulilah sekarang sudah tidak lagi dan saya tau Muna punya andil menyumbang produksi jagung,” jelasnya, Selasa (28/5).

Amran berjanji menyumbang bibit jagung 10 ribu hektare untuk menambah luasan tanam saat ini yang baru 2.450 hektare. Jika berhasil, ia yakin perekonomian Muna bisa bangkit. Tak hanya itu, Amran juga menjanjikan 1.700 ekor bibit ayam dan 100 ekor kambing super Metawa. Hanya saja, agenda peninjauan komoditas mete urung digelar sebab hujan terus mengguyur. “Sebenarnya, pertanian itu jika dikelola bisa mendatangkan keberkahan di Muna,” sambungnya.

Menteri asal Sulawesi Selatan itu menyebutkan, pertanian Indonesia saat ini mulai mendapat perhatian internasional. Eksporan hasil bumi mencapai 10 juta ton lebih dengan nilai transaksi seribu triliun dari sebelumnya hanya Rp 800 triliun. Katanya, hal itu berkat transformasi pertanian modern. “Masalah kita hanya SDM. Kita sebenarnya unggul di musim dan kesuburan tanah. Makanya Pemda perlu mendorong modernisasi di ladang, apalagi Bupatinya saya kenal pekerja keras,” ujarnya.

Sektor itu butuh penyuluh pertanian yang profesional. Menteri Amran Sulaiman berbagi tips bahwa penyuluh maupun petani harus bekerja sejak matahari belum terbit. Kedisiplinan dan kerja keras menjadi kunci. Dirinya pernah menyambangi 25 kelompok tani per hari. Motivasi itu harus diilhami penyuluh maupun Pemkab Muna. “Kalau sistem kerjanya begitu, saya yakin penyuluh di Muna juga bisa jadi Menteri seperti saya,” urainya.

Soal pertanian, Bupati Muna, LM Rusman Emba menyebut Muna sudah berhasil mengapalkan 700 ton jagung. Sektor peternakan juga makin bergeliat dengan 7.000 ekor sapi ditambah prospek pengembangan peternakan 200 hektar di Maligano. Demikian pula jambu mete yang baru saja dibantu Kementerian sebanyak 4.000 sambung pucuk untuk peremajaan. “Penduduk kami 210 ribu jiwa dan 70 persen petani. Jadi pertanian ini sebenarnya sudah jadi budaya dan potensi yang bisa menopang daerah,” kata Rusman.

Ia membutuhkan dukungan Menteri Amran Sulaiman, terutama di sektor infrastruktur dan alat sistem pertanian. Misalnya pengering jagung maupun bendungan. Jika tak ada halangan, Rusman berharap kebutuhan prioritas itu segera masuk APBN Perubahan. “Saya yakin kedatangan Menteri Pertanian menjadi berkah bulan Ramadan. Sehingga seluruh kendala bisa dijawab Menteri. Mudah-mudahan Pak Amran masih terus ada di kabinet” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy