Pariwara
Konawe Selatan

DPRD Konsel Sorot Proyek Peningkatan Jalan Andoolo

KAMALUDDIN/KENDARI POS
DEBU : Kondisi jalan poros Andoolo yang penuh debu kian meresahkan warga sekitar dan pengguna jalan. Pihak kontraktor diminta bertanggung jawab melakukan penyiraman untuk meminimalisir pencemaran.

KENDARIPOS.CO.ID — Pekerjaan proyek peningkatan jalan poros di wilayah ibu kota Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapat sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, debu yang beterbangan di jalan sangat mengganggu aktivitas warga sekitar, termasuk pengguna jalan yang berkendara roda dua. Kontraktor pelaksana dianggap tak bertanggung jawab, khususnya dalam melakukan penyiraman untuk meminimalisir debu. Di sisi lain, rekanan itu juga dinilai tidak mengindahkan tahapan pengerjaan proyek peningkatan jalan bernilai kontrak Rp 49 miliar itu.

Anggota Komisi III DPRD Konsel, Senawan Silondae, mendesak pelaksana pekerjaan bertanggung jawab dalam penyelenggaran kegiatan. “Soal debu jalanan ini, sebelumnya saya sudah menerima keluhan warga setempat. Kenapa tidak ada penyiraman, karena ini sangat resahkan warga, utamanya yang bermukim di wilayah itu. Soal meminimalisir debu, jelas tertuang dalam kontrak, ada penyiapan watertank. Itu harus dilakukan. Jika tidak, maka itu jelas melanggar dan kontraktor harus mengembalikan dana tersebut. Karena ini dampaknya besar. Salah satunya bisa orang sesak nafas,” sorot wakil rakyat yang membidangi masalah lingkungan hidup tersebut, Selasa (23/10).

Pihaknya juga sudah menerima laporan masyarakat terkait adanya kecelakaan lalu lintas akibat pekerjaan pelebaran jalan sepanjang 5,3 kilometer itu. “Nanti sudah kejadian baru pihak ketiga mulai pasang rambu-rambu,” sindirnya lagi. Senawan menegaskan akan segera menyurat pada pihak dinas terkait agar masalah yang kerap timbul dalam pengerjaan jalan, segera dituntaskan. “Kami akan surati pihak Dinas PU dan kontraktor pelaksana, supaya ada perhatian serius,” janjinya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Konsel, Burhanuddin, juga menegaskan, pihak kontraktor harusnya menaati kewajiban dengan melakukan penyiraman pada area pekerjaan. Pihak Pelaksana Kontraktor PT Sarana Perkasa, Sutrisno yang dikonfirmasi mencoba berargumen. Menurutnya, soal debu jalan, pihaknya baru menunggu mobil tangki yang sedang diservice di Kendari.

“Tangki kita rusak, sehingga masalah penanganan debu ini belum maksimal. Untuk sementara, kami masih pakai tower untuk penyiraman. Hanya kita tidak bisa pungkiri juga karena musim kemarau, jadi walaupun sudah disiram namun sebentar lagi tetap berdebu,” alasannya, selasa (23/10). Ketika ditanya masalah rambu-rambu pengalihan jalan, pihaknya mengaku sudah memasang pada titik tertentu. “Hanya selalu dirusak oleh oknum tertentu. Kadang hari ini kita pasang, besoknya sudah rusak dan hilang,” jawabnya. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top