Space Iklan
Pariwara
Muna

Jaringan Disdukcapil Muna Terganggu, Pelamar CPNS Kesal

LAODE ALFIN/KENDARI POS
JARINGAN TEERGANGGU : Pendaftar CPNS yang mengantre di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Muna. Mereka kesal karena jaringan server kembali terganggu.

KENDARIPOS.CO.ID — Jaringan server Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Muna, bermasalah sejak Selasa (9/10) lalu. Masyarakat yang antre di kantor pelayanan publik itu dibuat kesal. Apalagi, kebanyakan dari pengantre tersebut sedang bertaruh nasib mengejar peluang menjadi calon pegawai negeri sipil. Praktis banyak berkas kependudukan yang harus disiapkan atau sekadar disinkronkan.

Salah satu pengantre, Mail, mengungkapkan kekesalannya, Rabu (10/10). Katanya, sejak sehari sebelumnya ia hendak mengurus kartu keluarga untuk kelengkapan berkas pendaftaran CPNS. Tahu jaringan rusak, ia memilih datang lagi esok harinya dengan harapan berkas bisa segera diselesaikan. “Ternyata tidak bisa juga. Bagaimana ini, mana pendaftaran (CPNS) sampai tanggal 15 Oktober,” keluhnya.

Gangguan jaringan belakangan diketahui hanya berlaku di Muna. Informasi yang kemudian berkembang, jaringan server sengaja diputus Kementerian Dalam Negeri akibat pemberhentian sepihak Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Abdul Munir. Padahal, sebagai instansi semi vertikal, kewenangan perombakan di Disdukcapil harusnya melalui proses pengusulan di Kemendagri terlebih dahulu.

Plt Kepala Disdukcapil Muna, Sanusi, juga mengakui kondisi tersebut. Katanya, ia saat ini sedang berada di Jakarta untuk menghadap langsung di Kemendagri. “Saya belum tahu alasan gangguang jaringan. Apakah karena itu (mutasi) atau sebab teknis lain,” ujarnya, rabu (10/10). Sanusi mengakui, dinas yang ia pimpin sementara waktu tersebut, sedang sibuk-sibuknya melayani pendaftar CPNS. Sehari, bisa sampai 300 berkas yang harus diurus. Bila jaringan tidak segera pulih, seribuan calon pendaftar CPNS dipastikan mengubur mimpi menjadi abdi negara. “Makanya kami upayakan ini segera teratasi,” janjinya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna, Rustam, mengaku belum bisa memberi komentar. Sebabnya, baik gangguan jaringan server maupun isu mutasi baru ia ketahui. Lagi pula, dirinya menjabat bersamaan dengan mutasi Abdul Munir.

“Sebaiknya dikonfirmasi langsung ke tim penilai kinerja. Bisa ke Sekretaris Kabupaten, Inspektorat, Bappeda atau mantan Kepala Badan. Kalau saya, baru dengar juga informasi ini. Lagian, kalau benar itu karena mutasi, kenapa tidak ada penyampaian ke kami (BKPSDM). Harusnya ada,” pendapat Rustam. Menurutnya, jika merujuk pada kebijakan mutasi, hal tersebut juga tidak dapat menjadi dasar pemutusan jaringan. Karena, Pemkab Muna masih berpedoman pada Permendagri 76 tahun 2015 tentang pergantian pejabat yang menangani urusan kependudukan dan pencatatan sipil. Dalam hal ini, Abdul Munir tidak dinonjob, melainkan dipindahkan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Statistik dan Persandian. Sedangkan Disdukcapil masih belum ada pejabat definitif yang baru.

“Nah yang mau kami usulkan ke Kemendagri itu, pengganti Pak Munir. Itu juga belum dilakukan, jadi tidak ada yang dilanggar,” argumennya. Kendati demikian, Rustam mengakui jika jaringan terganggu akan berdampak pada proses pendaftaran CPNS. Per tanggal 9 Oktober lalu saja baru ada 200 lebih pendaftar yang berkasnya diterima BKPSDM. Sedangkan yang melakukan registrasi online baru sekitar 900 orang. “Kami berharap ini segera selesai juga (jaringan kembali bagus). Karena prediksi kami masih ada 1.000 orang lebih yang berkasnya belum selesai,” pungkasnya. (b/ode)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top