Pariwara
Bombana

Petani Bombana Mulai Tanam Padi Sistem Jarwo

DINAS PERTANIAN BOMBANA FOR KENDARI POS
JARWO : Distan Bombana menggalakkan penanaman padi melalui sistem jajar Jarwo pada persawahan di delapan kecamatan seluas 1.000 hektare.

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Pertanian (Distan) Bombana kini mulai menggalakkan penanaman padi melalui sistem jajar legowo (Jarwo). Melalui sistem ini, produksi padi sawah diyakini mampu meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sistem Jarwo diterapkan pada delapan kecamatan dan ditargetkan seluas 1.000 hektare dengan target penggunaan atabela sebanyak 375 unit. Setiap unit ditarget menyasar tiga hektare.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Andi Nur Alam, menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut sosialisasi sebelumnya dalam gerakan peningkatan produksi padi sawah dan irigasi (GP3SI). Kini, pihaknya mulai menerapkan pada kelompok Mepopokaa di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara. “Kita sudah mulai melakukan penanaman menggunakan sistem Jarwo 2:1. Artinya, ada sejumlah manfaat dengan menerapkan sistem ini. Antara lain produktivitas tanaman padi bisa meningkat 30 hingga 40 persen, mempermudah perawatan dan mengurangi hama penyakit,” paparnya Andi Nur Alam, Selasa (9/10).

Mantan Kadisdukcapil Bombana itu, mengaku, penanaman padi akan menggunakan alat tanam benih langsung (Atabela). “Jadi dengan Atabela, padi Jarwo yang ditanam tersusun dengan rapi,” ujarnya. Ia menambahkan, penerapan sistem Jarwo dilakukan dengan cara padi ditanam dalam beberapa barisan diselingi satu barisan kosong. Lalu, baris tanaman dan deret kosongnya disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1 dan seterusnya dan untuk mengatur itu menggunakan Atabela.

“Delapan kecamatan yang menjadi sasaran utama penerapan GP3SI melalui Jarwo 2:1 yaitu, Kecamatan Rumbia dengan target 42 hektare lahan. Kecamatan Ratowatu Utara dengan cakupan 80 hektare lahan. Lantari Jaya 167 hektare, Ratowatu 50 hektare. Kemudian Kecamatan Poleang Utara sebagai sasaran terbesar seluas 349 hektare. Poleang Timur dengan cakupan 254 hektare dan Kecamatan Tontonunu seluas 58 hektare,” rinci Andi Nur Alam. (b/kmr)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top