Pariwara
Konawe Selatan

Ahli Pertanian Korsel Kunjungi Konsel

KAMALUDDIN/KENDARI POS
KERJA SAMA : Kunjungan tim ahli pertanian asal Korsel yang disambut langsung Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (kanan).

KENDARIPOS.CO.ID — Setelah melakukan presentasi potensi pertanian Konawe Selatan (Konsel) di Korea Selatan (Korsel) beberapa waktu lalu, Bupati, H. Surunuddin Dangga kini mendapat kunjungan dari tim ahli dan para petani sukses asal negeri ginseng tersebut. “Tim ahli dan petani Korsel yang datang adalah pakar dan konsultan pertanian serta peternakan Pemerintah Korsel dipimpin Prof. Kwan Eung Lee, serta Ketua Asosiasi Petani Muda Korsel yang juga petani padi dan memiliki teknologi mekanisasi pertanian, Choi Byeong Moon. Ada juga petani paprika yang memiliki grand house terbesar di Korsel, Gung Soo Chul, serta peternak sapi dengan pengalaman lebih 10 tahun, Lee Seoung,” sebut Surunuddin Dangga, akhir pekan lalu.

Sementara itu Kabaghumas Setkab Konsel, Hermawan, menjelaskan, kunjungan delegasi Korsel tersebut untuk menindaklanjuti pembahasan kedua belah pihak. Mereka melihat langsung potensi pertanian yang ada di Konsel. “Mereka berada di Konsel selama tiga hari,” jelas Hermawan, minggu (7/10). Dari hasil kunjungan dan evaluasi tim asal Korsel itu, disetujui untuk melanjutkan program planing mekanisasi pertanian dan agro industri yang dimulai oleh Tim Pengabdian Universitas Lakidende, Prof. Laode Masihu Kamaludin pada lima desa di Kecamatan Laeya.

“Tim juga melihat peternakan sapi terpadu (ranch) di Desa Anduna, Kecamatan Laeya yang lahannya seluas 500 hektare. Pada dasarnya rombongan merasa sudah sangat cocok dan strategis untuk terus dilanjutkan. Terpadu pada sistem pembibitan, sistem pakan dan pemeliharaan,” ungkap Hermawan. Selain itu, Kabaghumas juga menyebut, tim Korsel telah melihat lahan eks PT Kapas Indah Indonesia di Desa Lambakara, Ambesea di Kecamatan Laeya dan Desa Lalonggombu di Kecamatan Lainea seluas hampir kurang lebih 5.000 hektare. Tim itu mengaku, sangat cocok untuk ditanami jagung,” sambungnya.

Setelah melihat ketersediaan lahan di Konsel, kesimpulan pihak rombongan Korsel melalui juru bicara Choi Byeong Moon, selain sangat cocok untuk budi daya pertanian, juga potensial pada pengembangan sektor perkebunan dan peternakan. Sehingga ke depan, setelah ada perjanjian dan regulasi kedua belah pihak dipelajari serta sesuai aturan investasi asing di Indonesia, pihak Korea akan membantu dari sisi penyediaan bibit.

“Misalnya seperti padi unggul, jagung dan sapi unggul asal Korea. Ini akan diterapkan secara bertahap dengan teknologi penuh. Kami siap memberikan data yang dibutuhkan. Setelah itu, utusan dari Konsel diminta berangkat lagi ke Korea untuk belajar dan mengkaji langsung secara teknis,” tandasnya. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top