Pariwara
Buton

Reses di Buton, Suwandi Terima Banyak Aspirasi, Honor Guru SMA Rp 500 Tiap Triwulan

Anggota DPRD Sultra Suwandi saat melakukan reses di Buton.

KENDARIPOS.CO.ID — Dampak pengalihan guru SMA ke Pemerintah Provinsi Sultra masih menyisahkan persoalan bagi para guru yang masih berstatus honorer di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hingga saat ini, meski aktif mengajar di sekolah mereka tak juga mendapatkan honor melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Sekretaris Komisi I DPRD Sultra, Suwandi, mengakui banyak keluhan yang diterima DPRD dari guru honorer. Bahkan ketika melakukan reses di Kabupaten Buton hal tersebut juga menjadi persoalan utama yang disampaikan secara langsung oleh perwakilan guru honorer.

“Memang sangat tidak manusia karena per tiga bulan mereka dibayar Rp 500 ribu dan sumber gajinya diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mereka aktif mengajar. Lalu Dikbud bilang yang dialihkan itu hanya guru PNS. Terus nasib mereka yang honor harus diperjelas. Kasihan belum juga ada solusi,” ujarnya, kepada Kendari Pos, Kamis (4/10).

Warga yang hadir saat acara reses.

Menurut Suwandi berdasarkan data terdapat sekitar 80 sekolah SMA Negeri di Sultra. Dari total tersebut ada sekira kurang lebih 4.000 tenaga honorer yang mengabdikan diri di sekolah. Ini kata dia, segera dikomunikasikan dengan pemprov agar 2019 mereka bisa sebagai guru honorer dan honornya dimasukan dalam APBD induk. “Kalau mengandalkan keuangan internal sekolah memang tidak akan bisa. Kita ingin Ali Mazi sebagai gubernur baru Sultra mengangkat kembali mereka sebagai tenaga honorer. Tapi buat mereka yang betul-betul mengajar di sekolah negeri di Sultra,” katanya.

Bukan hanya soal guru honorer lanjut legisltor PAN ini, saat melakukan reses pada sejumlah kecamatan ia juga menerima aspirasi dari warga pesisir permintaan pembuatan talud pantai untuk mencegah gelombang jika air laut naik. Sebab selama ini warga pesisir sangat resah karena air laut pasang sampai ke rumah warga. Lalu, permintaan bantuan pembuatan drainase, jembatan, perbaikan jalan lingkar, jalan usaha tani, dan lampu jalan.

“Ini juga akan menjadi prioritas. Termasuk pengembangan pantai wisata di Buton mulai dari Pasar Wajo sampai ke tempai wisata lainnya.” jelasnya. Program lain adalah pembinaan lembaga ekonomi masyarakat melalui dinas perkebunan dan hortikultura provinsi Sultra, dimana kecamatan Siotapina sangat produktif dalam menghasilkan bawang merah. “Yang pasti aspirasi yang saya terima menjadi prioritas sebagai ini menyangkut kepentingan masyarakat,” tutupnya. (imn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top