Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Dolar Menguat, Peluang Pengusaha Tingkatkan Ekspor

Minot Purwahono

KENDARIPOS.CO.ID — Mengutip data kurs di Website Bank Indonesia, Kamis (4/10), rupiah tembus 15.133 per Dolar Amerika Serikat (AS). Bila ditarik dalam rentang waktu tiga bulan terakhir, rupiah sudah terdepresiasi sedalam 7,6 persen, di mana pada tanggal 19 Juni 2018, dolar AS masih berada pada posisi Rp 13.930.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sultra, Minot Purwahono mengatakan, Depresiasi rupiah yang terjadi saat ini didominasi oleh faktor eksternal yakni kekhawatiran meningkatnya perang dagang yang berpotensi memicu pelambatan ekonomi dan normalisasi suku
bunga oleh The Fed seiring membaiknya perekonomian di AS.

“Dari sisi fundamental ekonomi nasional masih relatif kuat, namun demikian Indonesia masih menghadapi masalah defisit transaksi berjalan ditengah terjaganya berbagai indikator makro ekonomi lainnya. Defisit transaksi berjalan di Indonesia sudah berlangsung sejak triwulan IV 2011 dimana pada saat itu tercatat sebesar 1,02 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi 3,08 persen dari PDB pada triwulan II 2018,” terangnya Minit, Kamis (4/10).

Berlanjutnya kondisi tersebut, lanjutnya, patut menjadi perhatian, karena defisit menunjukan adanya kekurangan pasokan valas dari aktivitas perdagangan barang dan jasa yang berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan upaya konkrit untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Defisit transaksi berjalan terjadi manakala nilai impor barang dan jasa tercatat lebih besar dari nilai ekspornya.

1 of 4

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top