Pariwara
HEADLINE NEWS

Pantang Mundur, Honorer K2 Bakal Kepung Jakarta

Pegawai honorer saat melakukan unjukrasa. Foto : Dok.

KENDARIPOS.CO.ID — Tidak hanya honorer K2 (kategori dua) di Kediri yang demo. Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan juga bergejolak. Bahkan dalam pekan ini, aksi tersebut akan diikuti kabupaten/kota lainnya di Sulsel. “Aksi masih terus berlangsung sampai saat ini. Kabupaten Gowa, Kediri, dan lainnya terus bergejolak. Ini tidak akan berhenti,” kata Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih, Senin (1/10).

Dia menyebutkan, aksi honorer K2 secara bergantian itu untuk mendapatkan perhatian pemerintah. Walaupun akhirnya bukan perhatian yang didapat tapi justru ditakuti dengan pelibatan Polri. Titi menegaskan, dirinya tidak akan pernah takut dalam memperjuangkan keadilan. Karena hanya dengan melawan, pemerintah bisa tahu bahwa honorer K2 tidak menerima untuk dijadikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“K2 tidak akan pernah mundur. Maju terus pantang mundur. Dan sebentar lagi akan saya tarik ke pusat kalau memang dalam waktu dekat tidak ada perhatian dari pemerintah,” tegasnya. Dia menyadari akan banyak risiko dalam aksi akbar nanti. Namun, guru di SDN Banjarnegara ini mengaku tidak takut sekalipun harus mengorbankan nyawanya. “Tunggu saja tanggal mainnya. Begitu tombol saya pencet, ratusan ribu honorer K2 akan mengepung Jakarta. Kami berharap aparat tidak menghalang-halangi niat kami dalam menyampaikan aspirasi,” katanya.
Ribuan honorer K2 (kategori dua) Kabupaten Kediri kembali turun ke jalan. Aksi 1 Oktober ini merupakan yang kedua kali setelah demo 18 September lalu. Menurut Koordinator Daerah (korda) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Susilo Setya Nugroho alias Zhillo, aksi yang kedua ini digelar karena meminta komitmen pemda.

Dalam aksi pertama sudah ada kepakatan untuk menolak rekrutmen CPNS umum dan mengajukan permohonan kepada presiden agar honorer K2 diangkat. Nyatanya rekrutmen CPNS umum tetap dibuka. “Kami sudah minta kepada Pemkab Kediri melalui bapak sekda untuk tidak membuka CPNS 2018. Sudah sepakat tapi faktanya tetap dibuka makanya kami aksi lagi,” ujar Zhillo, Senin (1/10). Sama seperti aksi pertama, dalam demo kedua ini mereka mendesak pemkab menunda seleksi CPNS di Kediri. Pemkab diminta menyelesaikan dulu masalah honorer K2 sebelum beralih ke pelamar umum. Honorer K2 juga minta pemkab tidak mengusulkan mereka menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Yang dituntut K2 adalah status PNS. “Kami mendesak bupati tidak melakukan pembiaran pada honorer K2. Jangan laksanakan rekrutmen CPNS umum kalau nasib kami belum jelas. Kami menolak PPPK, yang kami tuntut PNS,” tegasnya. (esy)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top