Pariwara
HEADLINE NEWS

Ratusan Jenazah Dikubur Massal, 224 Gempa Susulan Terjadi di Sulteng

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sebanyak 744 korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, telah teridentifikasi. Jumlah tersebut berdasarkan data BNPB hingga Senin (1/10) siang. “Data yang ditemukan dan diidentifikasi jumlah korban tewas sebanyak 744 orang sampai pukul 13.00 WIB hari ini Senin (1/10),” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas dan Informasi BNPB di Jakarta Timur, Senin (1/10/2018).

Sayangnya Sutopo tidak menjelaskan dari daerah mana saja korban meninggal tersebut. Dia hanya menyebut jumlah korban tewas masih sangat mungkin bertambah, mengingat proses evakuasi masih dilakukan. Sutopo juga mengatakan, saat ini membutuhkan lebih banyak alat berat untuk mengevakuasi korban. Lebih dari itu, proses evakuasi dan pencarian tidak mudah karena sulitnya akses, terputusnya komunikasi, hingga mati listrik. “Kita membutuhkan alat berat dengan jumlah banyak. Kondisi listrik di sana juga masih padam. Kalau malam gelap gulita, kesulitan proses evakuasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, wilayah yang terdampak gempa dan tsunami terbilang luas. Sementara, sumberdaya yang ada sangat terbatas. Karena itu, hingga saat ini pemerintah terus mengupayakan penambahan personel gabungan dibantu oleh para relawan. Sedangkan jumlah korban meninggal paling banyak kata Sutopo berada di Palu, yakni sebanyak 821 orang. Dan sebanyak 744 jenazah di antaranya sudah teridentifikasi. Lalu, di wilayah Parigi Moutong ada 12 orang meninggal dan di Donggala 11 orang meninggal. “Dari wilayah Sigi belum dapat informasi,” terangnya.

1 of 4

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top