Pariwara
Edukasi

LPPM UMK Helat International Lecturing

Agus Setiawan/Kendari Pos
LPPM: Pemateri dari Rhine-Wall University of Applied Sciences, Dr. Matthias Kleinke (kanan) saat mengajar di Gedung Islamic Centre UMK.

KENDARIPOS.CO.ID — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari ( (LPPM UMK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UMK dan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) berkolaborasi menyelenggarakan International Lecturing yang berlangsung di Gedung Islamic Centre UMK pekan lalu. International Lecturing kali ini, mengangkat tema Smart Application UAV for Rural Development dengan meghadirkan dua pemateri dari Rhine-Wall University of Applied Sciences, Jerman yaitu Dr. Matthias Kleinke dan Ronny Hartanto.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LPPM UMK Bapak Dr. H. Musadar Mappasomba,SP., MP selaku penyelenggara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua narasumber atas kesediaannya membawakan kuliah singkat di Universitas Muhammadiyah Kendari juga kepada PSP3 IPB yang bersedia bermitra untuk terselenggaranya kegitan ini.

“Bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi cambuk dan media yang baik untuk mahasiswa UMK agar memperoleh pembelajaran tambahan dan menjadi latihan awal manakala ke depan berencana untuk melanjutkan studi di luar negeri. Walaupun singkat namun kegiatan seperti ini sangat penting bagi mahasiswa dan kampus secara umum,” terangr ketua LPPM.

Mengawali kuliah tersebut Ronny Hartanto terlebih dahulu memperkenalkan kampus Rhine-Wall University of Applied Sciences di hadapan mahasiswa dan dosen UMK yang menghadiri kegiatan. Selanjutnya Ronny memaparkan bagaimana mekanisme kerja daripada UAV dalam mendukung praktik-praktik pembangunan khususnya pada sektor pertanian. Dia juga menunjukan bagaimana dengan hadirnya terknologi ini mampu meningkatkan produktivitas kerja dan keuntungan secara finansial, bahkan hadirnya teknologi ini, mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan data dalam aplikasinya di lapangan.

“Masalah pertaninan saat ini harus dijawab dengan menghadirkan teknologi yang tepat untuk menciptakan mekanisasi dan otomatisasi kerja di sektor pertaninan,” tuturnya. Di negara-negara besar dan maju, lahan pertanian yang luasnya 2 hektare, hanya dikelola oleh 2 sampai 3 orang pekerja dengan dukungan teknologi-teknologi baru disektor pertanian. Mereka sangat produktif. Bahkan bisa mengalahkan produktivitas yang mempekerjakan 25 orang tanpa menggunakan teknologi dalam mengelola lahan pertanian.

Pada kesempatan yang berbeda Dr. Kleinke menyampaikan, pemerintah di setiap negara dan daerah perlu mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Bukan hanya pada satu sektor tetapi sektor lainnya tidak boleh diabaikan. “Kita tidak boleh lagi hanya memburu produktivitas dan keuntungan saja, namun perlu memperhatikan pula keseimbangan ekosistem alam. Jangan sampai cara-cara kita mengelola sumber daya alam hanya merusak alam dan ekosistem di dalammnya. Kita perlu bertanggung jawab atas itu. Untuk itu kita butuh sentuhan teknologi guna menjaga alam dan keberlanjutan kehidupan,” beber Dr. Kleinke

Dipenghujung kegiatan, mahasiswa UMK dan perserta international lecturing lainnya juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan kedua narasumber. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kunjungan ke salah satu hutan kota yang berada di Kota Kendari. (ags/b)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top