Pariwara
Metro Kendari

Ratusan Warga Kendari Mengidap TBC

TBC : Ketua PD Aisyiyah Kota Kendari, Hj.Nurhayati Wahab (kanan) usai pelatihan Capasity Building of CSO 1-2 Advocacy Skill and Fundrising, Media Campaign di Hotel Estate Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Pengurus Daerah Aisyiyah Kota Kendari melalui salah satu organnya TB Care Aisyiyah Kota Kendari berhasil mengindentifikasi ratusan warga Kendari yang mengindap tuberkulosis (TBC). Intensitas pendampingan yang intens TB Care Aistiyah, sudah banyak pengidap TBC yang disembuhkan. Sebagian lagi masih dalam proses penyembuhan. “Tahun 2014 kami menemukan 46 pengidap. Tahun 2015 sebanyak 219 pengidap, tahun 2016 ada 280 pengidap. Tahun 2017 terdapat 519 pengidap dan per Juni tahun 2018 kami temukan sekira 218 orang,” ujar Ketua PD Aisyiyah Kota Kendari,Hj.Nurhayati Wahab didampingi Coordinator TB Care Aisyiyah Kota Kendari, Nurlina Nusu dalam Capasity Building of CSO 1-2 Advocacy Skill and Fundrising, Media Campaign di Hotel Estate Kendari, Sabtu (29/9/2018).

Kegiatan itu digelar Aisyiyah selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 September 2018. Dari data itu, Aisyiyah Kota Kendari melalui dana bantuan Global Fund sudah banyak menyembuhkan penderita. Rinciannya tahun 2014 sebanyak 40 orang, tahun 2015 sekira 195 orang, tahun 2016 ada sekira 109 orang, dan tahun 2017 disembuhkan sekira 419 orang.

Puluhan kader Aisyiyah Kota Kendari intens turun ke lapangan untuk mendampingi para penderita. Penderita TBC didampingi untuk rutin berobat selama enam bulan. 48 kader Aisyiyah mencari penderita untuk dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan dahak, pengawasan minum obat (PMO) hingga sembuh.

Kader juga menemukan penderita TBC yang sudah resisten obat. Artinya mereka sudah pernah melakukan pengobatan, tapi tidak tuntas, akhirnya mereka masuk kategori TBC MDR (Multi Drug Resistant) atau lebih berbahaya dan pengobatannya harus sembilan bulan. Suntikan rutin diberikan selama empat bulan. “Pengobatan MDR ini lebih susah dibandingkan reguler. Karena bila sudah resisten mereka membutuhkan banyak biaya,” jelas Hj.Nurhayati.

Apalagi pada tahun 2018 ini, Global Fund mengurangi dana bantuan pengobatan. Honor pengawasan minum obat ditiadakan, biaya rontgen dan bantuan transportasi pasien miskin dihentikan. Kondisi ini menjadi kendala Aisyiyah untuk melanjutkan program yang sudah digeluti kader hampir lima tahun ini.

Menurut Hj.Nurhayati, Capacity Building CSO 1-2 Advocacy Skill and Fundrising Media Campaign ini bertujuan agar banyak pihak yang peduli terhadap penderita TBC. Khususnya pada program fundrising, diharapkan banyak pihak turut berkontribusi membantu menyembuhkan penderita TBC. “Kami para kader ikhlas membantu umat, khususnya penderita TBC karena rata-rata pasien adalah warga menengah ke bawah. Saya berharap banyak pihak turut membantu dalam pendanaan,” tegas Hj. Nurhayati.

Coordinator TB Care Aisyiyah Kota Kendari, Nurlina mengatakan bila penyakit TBC ini lebih berbahaya dibanding HIV. Penularannya melalui kontak dengan penderita apabila penderita batuk atau bersin dan mengeluarkan ribuan bakteri. “Ini harus menjadi perhatian serius. Terutama bagi mereka yang sudah resisten terhadap obat atau tidak tuntas pengobatannya,” pungkasnya. (lis)

Jumlah Pasien

Tahun 2014 : 46 pasien, disembuhkan 40 orang

Tahun 2015 : 219 pasien, disembuhkan 195 orang

Tahun 2016 : 280 pasien, disembuhkan 109 orang
Tahun 2017 : 519 pasien, disembuhkan 419 orang
Tahun 2018 : hingga Juni sebanyak 218 pasien.

Sumber : TB Care Aisyiyah Kota Kendari

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top