Pariwara
Buton Utara

Disdukcapil Butur Beri Layanan Ekstra

Muh. Asri

KENDARIPOS.CO.ID — Memasuki masa pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan jelang pemilihan umum tahun 2019, jumlah masyarakat Buton Utara (Butur) yang mengurus kartu tanda penduduk elektorinik (KTP-el), membludak. Pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menerapkan pelayanan ekstra. Pekerjaan yang belum tuntas pada jam kantor dilanjutkan para staf hingga malam hari.

Kepala Disdukcapil Butur, Asri, menuturkan, terbukanya rekrutmen calon aparatur sipil negara baru membuat jumlah penduduk datang mengurus KTP-el lebih banyak dibandingkan hari biasa. “Kami berusaha memberikan pelayanan ekstra untuk membantu masyarakat yang datang mengurus KTP dan keperluan lainnya. Pekerjaan yang belum tuntas dikerjakan siang hari, dilanjutkan malam,” ujar Asri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/9).

Mantan Kepala SMAN 1 Kulisusu tersebut menambahkan, selain itu yang membuat banyak masyarakat datang ke Disdukcapil karena jelang Pemilu 2019 salah satu syarat bisa menyalurkan hak pilih harus mengantongi KTP-el. Asri menegaskan, Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan ultimatum akan memblokir data kependudukan jika masih ada masyarakat belum merekam kartu tanda penduduk elektorik hingga Desember 2018 mendatang. “Disdukcapil Buton Utara sudah turun ke ke desa-desa melayani. Bahkan kita surati agar datang merekam,” katanya.

Mantan Sekretaris DPRD Buton Utara itu menambahkan, data kementerian menyebutkan, jumlah warga Butur yang belum melakukan perekaman berkisar 2.300 orang. Namun, kevalidan data tersebut masih diragukan. Setelah dilakukan survei pada setiap desa, memang ditemukan daftar nama-nama yang belum merekam tersebut. “Nama-nama itu memang ada. Tapi orang-orangnya merantau di daerah lain dan tidak pindah. Jadi belum pernah melakukan perekaman,” sambungnya. Asri menambahkan, stok blangko KTP-el aman. Hanya saja, stok tinta ribon tinggal satu. Proses pemesanan telah dilakukan sebanyak sembilan botol. “Satu botol hanya bisa mencetak 350 keping KTP. Kemudian, server pernah mengalami kerusakan. Tapi sudah diganti dengan yang baru. Sekarang Disdukcapil berutang kurang lebih Rp 200 juta pada pihak ketiga. Proses pembiayaannya diusulkan dalam anggaran perubahan,” tandasnya. (b/had)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top