Pariwara
Hukum & Kriminal

Penyelidikan Dugaan Penganiayaan Dihentikan, Pelapor Memaafkan Oknum DPRD Butur

KENDARIPOS.CO.ID — Penyelidikan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Buton Utara (Butur) berinisial SO dihentikan Polsek Mandonga. Itu setelah pelapor, perempuan berinisial FY mencabut aduannya.

Kapolsek Mandonga, AKP Kasman membenarkan pencabutan aduan dugaan penganiayaan itu. Pihaknya memang sempat memeriksa terlapor, SO, para saksi dan pelapor, FY.

AKP Kasman mengatakan kasus itu merupakan delik aduan, polisi tidak bisa melanjutkan proses penyelidikan tanpa adanya laporan dari pelapor. Oleh karena pelapor sudah mencabut aduannya maka proses hukum tidak lagi dilakukan. “Sudah dicabut laporannya. Kasusnya juga delik aduan,” ujar AKP Kasman, Rabu (26/9).

Pelapor mencabut laporannya karena telah memaafkan terlapor setelah melakukan mediasi antara keluarga. Menurut AKP Kasman, dalam proses penegakan hukum memang mengedepankan langkah penindakan namun ketika proses pencegahan masih bisa dilakukan dan masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan maka polisi bisa memfasilitasi. Ini terlihat dalam kasus tersebut. “Jadi karena laporannya sudah dicabut, maka prosesnya kita serahkan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, FY mengaku dianiaya dengan cara ditampar di di sebuah tempat di Jalan Wayong Kota Kendari oleh oknum berinisial SO. Dia lalu melapor ke Polsek Mandonga. (ade/c)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top